Iran Siapkan Peluncuran Hatef 3, Validasi Teknologi Satelit Orbit Rendah
- Siap.viva/Caspianpost
Siap – Iran kembali menunjukkan ambisinya di sektor antariksa.
Pada Selasa, 3 Januari 2026, Teheran memperkenalkan satelit terbarunya bernama Hatef 3, yang dirancang sebagai bagian dari konstelasi satelit Soleimani.
Satelit ini direncanakan akan diluncurkan dalam waktu dekat dan berpotensi mengudara sebelum akhir tahun Persia, yakni 22 Maret.
Peluncuran tersebut disebut akan menggunakan kendaraan peluncur Simorgh buatan dalam negeri.
Disitat dari tasnimnews, Hatef 3 merupakan satelit uji kelas CubeSat 6U.
Proyek ini menandai fase penting dalam rencana Iran membangun jaringan 24 satelit orbit rendah Bumi yang dipimpin Kementerian Komunikasi dan Teknologi Informasi.
Peresmian Hatef-3 dilakukan dalam sebuah upacara yang dihadiri para pejabat senior industri antariksa.
Momen ini sekaligus menjadi sinyal bahwa Iran terus melangkah maju di tengah keterbatasan dan tekanan eksternal.
Peran Hatef 3 dalam Konstelasi Soleimani
Hatef 3, yang berarti “penelepon yang suaranya terdengar tetapi tidak terlihat”, dibangun sebagai model eksperimental setara penerbangan.
Satelit ini dirancang untuk memverifikasi kinerja sistem yang nantinya digunakan pada konstelasi Soleimani versi operasional.
Proyek tersebut dikembangkan oleh konsorsium domestik khusus yang melibatkan tiga perusahaan utama dan 12 perusahaan berbasis pengetahuan.
Model kerja sama ini disebut menggabungkan talenta teknis muda dengan kemampuan nasional yang telah ada.
Dari sisi teknis, Hatef 3 merupakan satelit CubeSat berbasis platform 6U dengan massa total sekitar 20 kg, termasuk mekanisme penyebarannya.
Meski berukuran kecil, peran satelit ini dinilai krusial untuk menguji teknologi inti.
Data yang dihimpun menunjukkan, misi uji coba Hatef 3 memiliki tiga tujuan utama.
Pertama, memverifikasi kinerja subsistem utama di orbit, seperti propulsi, komputer onboard, dan sistem manajemen daya.
Kedua, memvalidasi perangkat lunak penerbangan serta algoritma operasional di lingkungan luar angkasa.
Ketiga, mendemonstrasikan teknologi penyebaran konstelasi, termasuk injeksi orbit yang presisi ke bidang orbit yang telah ditentukan menggunakan peluncur buatan dalam negeri.
Keberhasilan misi ini akan menjadi fondasi bagi pembentukan jaringan satelit orbit rendah Iran yang berskala penuh.
Uji Sistem Kritis dan Persiapan Peluncuran
Kepala Badan Antariksa Iran, Hasan Salarieh, menjelaskan bahwa proses uji kompatibilitas masih berlangsung menjelang kemungkinan peluncuran pada akhir tahun Persia.