Ayatollah Ali Khamenei: Perang AS Terhadap Iran Tak akan Terbatas
- Siap.viva/Reuters
Siap – Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei kembali melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat.
Ia menegaskan, setiap perang baru yang diprakarsai Washington tidak akan berhenti sebagai konflik bilateral, melainkan berubah menjadi perang regional.
Pernyataan tersebut disampaikan Khamenei dalam peringatan kembalinya Imam Khomeini ke Iran sekaligus pembukaan Fajar Sepuluh Hari, yang menandai 47 tahun kemenangan Revolusi Islam.
Momentum simbolik ini digunakan untuk menegaskan sikap politik Iran di tengah tensi kawasan yang terus meningkat.
“Amerika harus tahu bahwa jika mereka memulai perang kali ini, itu akan menjadi perang regional,” kata Ayatollah Khamenei, dikutip dari tasnimnews pada Rabu, 4 Februari 2026.
Peringatan ini datang di saat dinamika Timur Tengah kembali memanas, dengan meningkatnya kehadiran militer AS dan eskalasi retorika di berbagai front konflik.
Alasan Permusuhan AS terhadap Iran
Amerika shutdown saat Trump gertak Iran
- Istimewa
Dalam pidatonya, Khamenei mengulas akar panjang permusuhan Amerika Serikat terhadap Iran.
Menurutnya, konflik tersebut bukan dipicu isu demokrasi atau hak asasi manusia, melainkan kepentingan ekonomi dan geopolitik.
Menurut Ayatollah Khamenei, AS ingin “melahap” Iran, tetapi bangsa Iran dan Republik Islam menghalanginya.
"Pada kenyataannya, ‘kesalahan’ bangsa Iran adalah bahwa mereka mengatakan kepada AS, ‘Anda salah jika Anda berpikir Anda dapat melahap negara saya.’”
Ia menyebut kekayaan Iran, mulai dari minyak, gas, hingga tambang serta posisi geografis yang strategis, sebagai sumber keserakahan kekuatan agresif dan ekspansionis.
"Mereka berupaya menduduki Iran dan memulihkan dominasi mereka atas sumber daya, minyak, politik, keamanan, dan hubungan internasionalnya, seperti pada era Pahlavi. Inilah alasan utama permusuhan mereka, dan klaim mereka yang lain, seperti hak asasi manusia, hanyalah omong kosong."
Khamenei menegaskan, bangsa Iran selama puluhan tahun telah berdiri teguh menghadapi tekanan tersebut.
"Kami terus teguh, dan akan tetap teguh, menggagalkan rencana dan tindakan permusuhan mereka."
Ancaman Militer dan Sikap Iran
Iran pamer satelit baru bernama Hatef-3
- Istimewa
Khamenei juga menyinggung ancaman berulang Amerika Serikat terkait opsi militer.
Ia menyebut retorika tersebut bukan hal baru dan tidak akan menggoyahkan Iran.