Sadar Risikonya Besar, Amerika Batal Serang Iran: Nyali Washington Mulai Ciut Hadapi Teheran?
- Istimewa
Siap – Amerika Serikat dikabarkan batal melakukan serangan militer terhadap Iran. Ini terjadi setelah intelejen Washington melakukan peninjauan ulang atas penilaian keamanan dan risiko yang dihadapi.
Dikutip dari Almayadin, sumber-sumber diplomatik menyebut, bahwa keputusan tersebut diambil setelah AS mengevaluasi risiko praktis dari operasi militer, serta dampaknya terhadap stabilitas kawasan jika menyerang Iran.
Pihak regional yang bersahabat dengan Iran disebut telah menyampaikan kepada Teheran bahwa AS memutuskan membalikan arah dari rencana serangan.
Evaluasi keamanan tersebut juga menyimpulkan bahwa kondisi keamanan internal Iran dinilai telah bergeser dan cenderung menguntungkan pemerintah setempat.
Menurut sumber tersebut, keputusan Presiden AS Donald Trump didasari pada evaluasi menyeluruh terhadap konsekuensi, jika serangan militer berskala besar benar-benar dilancarkan.
Iran vs Amerika
- YouTube Histopel
Sebelumnya, Arab Saudi, Qatar, dan Oman terlibat dalam upaya diplomatik terkoordinasi untuk mendorong AS menahan diri dari serangan terhadap Iran pada 15 Januari 2026.
"Tiga negara teluk tersebut melakukan upaya diplomatik yang ekstensif dan mendesak di menit-menit terakhir untuk membujuk Presiden Trump agar memberi Iran kesempatan menunjukkan niat baik," kata pejabat itu.
Ketika Iran Permalukan Amerika
Tak butuh banyak drama, sejumlah petinggi Iran menegaskan siap untuk menyambut tantangan perang Amerika Serikat.
Ini bukan gertak semata, melainkan fakta yang tak dapat disembunyikan oleh dunia.
Lantas apa yang membuat Iran begitu percaya diri menghadapi ancaman Amerika Serikat dan sekutu Washington? Berikut ulasannya.
Dilansir dari laman YouTube Histopel, Iran adalah negara yang kenyang dengan pengalaman dikepung dari segala arah.
Tercatat, selama puluhan tahun Iran telah dibatasi oleh embargo dan sanksi ekonomi paling brutal dalam sejarah modern.
Jenderalnya tewas oleh serangan drone. Ilmuwan nuklirnya ditembak di jalanan, diserang secara langsung, maupun lewat proxi.
Diblokade dari sistem keuangan dunia, hingga dikepung pangkalan militer Amerika, bahkan dicap sebagai poros kejahatan oleh Presiden Amerika Serikat.
Namun hal itu tak pernah membuat mereka ciut. Iran justru dengan tegas menyatakan sikap tak pernah tunduk pada Barat.
Ini bukanlah kisah tentang negara adidaya atau blok militer raksasa seperti NATO.