TA Menteri Imipas Salut Program di Lapas Surabaya Optimal Meski Jumlah Napi Ribuan Orang
- Istimewa
Siap – Tenaga Ahli Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Laksamana Muda (Purn) Rahmad Wahyudi, mengapresiasi ikhtiar yang dilakukan jajaran Lapas Surabaya dalam upaya memenuhi hak warga binaan atau napi.
Hal itu diungkapkan Rahmad Wahyudi saat melakukan monitoring dan evaluasi ke Lapas Surabaya baru-baru ini.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga sempat melihat langsung kualitas pelayanan publik sekaligus kesiapan Lapas Surabaya dalam menghadapi peningkatan aktivitas jelang perayaan Natal dan tahun baru (Nataru).
Rahmad Wahyudi berkeliling meninjau berbagai fasilitas layanan yang bersentuhan langsung dengan warga binaan.
Di antaranya, mulai dari area kunjungan, layanan kesehatan, dapur, blok hunian, tempat ibadah, hingga wartelsuspas dan sarana pendukung lainnya.
Tak hanya itu, ia juga menyempatkan diri melihat proses pembinaan kemandirian dan keterampilan yang dijalankan bagi warga binaan.
Rahmad Wahyudi juga sempat menitip pesan, terkait momen menjelang Nataru agar perlu diantisipasi dengan meningkatkan kewaspadaan, dan memastikan seluruh layanan berjalan dengan baik.
“Menjelang Natal dan tahun baru, kewaspadaan harus ditingkatkan dan pelayanan tetap dijaga agar tidak muncul persoalan yang tidak diinginkan,” katanya dikutip pada Rabu, 24 Desember 2025.
Tak lupa, Rahmad memberikan apresiasi terhadap upaya jajaran Lapas Surabaya dalam memenuhi hak-hak warga binaan.
Dirinya menilai, dengan jumlah penghuni mencapai 1.549 orang, layanan dasar hingga pembinaan kepribadian telah berjalan secara optimal di lapas tersebut.
“Jumlah warga binaan di sini cukup besar, namun pelayanan dan pembinaan masih bisa berjalan dengan baik, ini menunjukkan adanya kerja keras, kerja sama dan komitmen dari seluruh petugas,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I Surabaya, Sohibur Rachman mengaku bersyukur dengan kedatangan Tenaga Ahli Menteri Imipas.
“Kunjungan dan arahan menjadi penguatan bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik, meningkatkan kewaspadaan, serta memastikan hak-hak warga binaan terpenuhi dengan baik,” ujarnya.