FKG UI Operasi Celah Bibir dan Lelangit di Palopo

FKG UI operasi celah bibir di Palopo
Sumber :
  • istimewa

img_title Lompatan Pariwisata di Indonesia: 1,2 Miliar Perjalanan, Pesawat dan Kereta Jadi Salah Satu Kunci Pengalaman Wisata

Siap- Departemen Bedah Mulut dan Maksilofasial Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI) menggelar bakti sosial operasi celah bibir dan lelangit.

Ini merupakan kontribusi nyata UI dalam meningkatkan akses layanan kesehatan, khususnya bagi anak-anak dengan kondisi celah bibir dan lelangit.

img_title AI Bisa Buat Beribu Konten, tapi Tak Bisa Membeli Kepercayaan: Akademisi UI Ingatkan Masa Depan Profesi Public Relatio

Kegiatan yang berlangsung RSUD Saweri Gading, Palopo, Sulawesi Selatan ini terselenggara melalui kolaborasi dengan RSUD Saweri Gading, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Palopo, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Palopo, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Palopo, serta Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Palopo.

Setiap tahunnya, diperkirakan sekitar 7.500 bayi di Indonesia lahir dengan kondisi bibir dan/atau langit-langit sumbing.

img_title Dari Energi Terbarukan hingga Ai, Rektor UI Jajaki Pengalaman Teknologi Tiongkok

Kelainan kongenital ini tidak hanya memengaruhi fungsi makan dan bicara, tetapi juga berpotensi menghambat tumbuh kembang serta aspek psikososial anak.

Sebagai upaya memperluas akses layanan, Sumbing Bibir Foundation dan Yayasan Senyum Anak Bangsa (YSAB) bekerjasama dengan Departemen Bedah Mulut dan Maksilofasial FKG UI memberikan perawatan komprehensif bagi masyarakat di Palopo.

 Selama tiga hari penyelenggaraan, tim dokter melakukan berbagai tindakan operasi bagi 30 pasien dengan rincian 15 operasi celah bibir (labioplasty), 10 operasi celah lelangit (palatoplasty), 4 perbaikan celah bibir (repair labioplasty), dan 1 operasi perbaikan celah lelangit (repair palatoplasty).

Ketua penyelenggara, Dr. drg. Dwi Ariawan mengatakan, keberlanjutan layanan menjadi kunci dalam membantu anak-anak dengan kondisi ini.

“Celah bibir dan lelangit dapat berdampak besar pada fungsi makan, bicara, tumbuh kembang, dan psikososial seorang anak,” katanya, Rabu (17/12/2025).

Dengan memberikan penanganan sedini mungkin, tidak hanya memperbaiki struktur wajah, tetapi juga membuka jalan bagi masa depan yang lebih cerah.

Semoga kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini dan dapat terus berkembang menjadi jaringan pelayanan berkelanjutan, sehingga semakin banyak anak-anak di wilayah Timur Indonesia yang mendapatkan akses terhadap operasi yang aman, modern, dan berkualitas,” ujarnya.

 Dekan FKG UI, Prof. drg. Lisa Rinanda Amir menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya kegiatan ini dan menegaskan bahwa akses terhadap layanan kesehatan adalah hak seluruh masyarakat, tanpa terkecuali.

“FKG UI percaya bahwa layanan kesehatan berkualitas tidak boleh terpusat hanya di kota-kota besar. Setiap anak di Indonesia, baik di barat, tengah, maupun timur berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk hidup sehat dan berkembang secara optimal,” katanya.

Halaman Selanjutnya
img_title