BMKG Aceh Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem, Warga Diminta Siaga
- Siap.viva/BMKG Aceh
Siap – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Aceh kembali mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berlaku sejak Sabtu (7/12) pukul 06.05 WIB.
Peringatan ini mencakup hujan lebat, petir, dan angin kencang di sejumlah kabupaten/kota.
Warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan pohon tumbang.
BMKG menyampaikan bahwa potensi hujan intensitas sedang hingga lebat dapat terjadi sejak pukul 06.15 WIB.
Wilayah yang masuk kategori terdampak mencakup Aceh Timur, Aceh Utara, Simeulue, Aceh Singkil, Bireuen, Aceh Tamiang, Kota Lhokseumawe, dan Kota Langsa.
Derasnya curah hujan diprediksi berlangsung konsisten sepanjang pagi.
Di beberapa titik, kondisi atmosfer terpantau tidak stabil.
BMKG menyebut pola awan hujan mulai terbentuk sejak dini hari dan berkembang cepat menjelang pagi.
Situasi ini memicu potensi petir dan angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba tanpa jeda peringatan.
Potensi Cuaca Ekstrem Meluas
Selain wilayah utama, potensi cuaca ekstrem diperkirakan merambat ke daerah lain.
BMKG menyebut perluasan ini berpotensi terjadi di Aceh Tenggara, Aceh Tengah, Bireuen bagian lainnya, Gayo Lues, Aceh Tamiang, Bener Meriah, dan Pidie Jaya. Kondisi tersebut membuat sebagian besar wilayah Aceh berada dalam status siaga cuaca.
BMKG Aceh mengingatkan bahwa fenomena hujan lebat yang berlangsung terus-menerus dapat meningkatkan peluang banjir dan genangan.
Permukaan tanah yang jenuh air juga memicu risiko longsor di wilayah perbukitan, termasuk Aceh Tengah dan Gayo Lues yang selama ini rawan bencana hidrometeorologi.
Imbauan Waspada untuk Masyarakat
BMKG meminta masyarakat memperhatikan perubahan cuaca cepat dan menghindari aktivitas yang memiliki risiko tinggi, terutama di ruang terbuka saat petir menyambar.
Warga yang sedang beraktivitas pada pagi hari, baik nelayan, petani, maupun pengguna jalan, diimbau waspada terhadap potensi angin kencang yang bisa menumbangkan pohon atau baliho.
“Masyarakat diminta tetap waspada terhadap kemungkinan banjir, genangan, angin kencang, serta pohon tumbang yang dapat terjadi sewaktu-waktu akibat intensitas hujan tinggi,” tulis BMKG dalam pernyataan resminya.
BMKG Aceh menegaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem ini diprediksi berlangsung hingga pukul 09.30 WIB.