Media Sosial Heboh! Benarkah Ketua PSI Usulkan Duet Gibran–Jokowi di Pilpres 2029? Ini Faktanya
- Siap.viva/Turnbackhoax
Siap – Sebuah unggahan di media sosial kembali membuat heboh jagat politik.
Dalam postingan Facebook yang diunggah akun bernama Setatus Viral, disebut bahwa Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali mengusulkan duet Gibran Rakabuming Raka dan Joko Widodo sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden di Pilpres 2029.
Narasi yang beredar menampilkan tulisan:
“KETUA HARIAN PSI AHMAD ALI USULKAN KE RELAWAN DUET GIBRAN–JOKOWI PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN 2029.”
Unggahan itu cepat menyebar di berbagai platform media sosial, menimbulkan perdebatan di kalangan warganet.
Banyak yang mempertanyakan kebenaran klaim tersebut, apalagi mengingat Gibran kini menjabat sebagai wakil presiden dan Jokowi sudah dua periode menjabat presiden.
Namun, hasil penelusuran menunjukkan informasi itu tidak benar.
Hasil Penelusuran Fakta
Tim pemeriksa fakta dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) melalui kanal TurnBackHoax.id melakukan verifikasi atas unggahan tersebut.
Tim menggunakan fitur Google Lens untuk melacak asal gambar dan teks yang disebarluaskan.
Hasil penelusuran mengarah pada artikel asli dari portal berita detik.com berjudul “PSI Soroti MBG di Setahun Prabowo–Gibran: Harus Terus Jalan, tapi Perlu Perbaikan”, yang dipublikasikan pada 21 Oktober 2025.
Konten itu kemudian diedit dan dimanipulasi menjadi narasi “Ketua Harian PSI Usulkan Duet Gibran–Jokowi di Pilpres 2029” dan disebarkan pada 26 Oktober 2025 oleh akun Setatus Viral.
Faktanya, dalam pemberitaan asli tidak ada satu pun pernyataan Ahmad Ali yang mengusulkan pasangan Gibran–Jokowi untuk Pilpres mendatang.
Klarifikasi dan Kesimpulan
Tidak ditemukan sumber berita kredibel, pernyataan resmi, atau bukti valid yang membenarkan klaim tersebut.
Artinya, unggahan yang menampilkan “Ketua Harian PSI usulkan duet Gibran–Jokowi di Pilpres 2029” merupakan konten manipulatif atau disinformasi.
Tim TurnBackHoax menegaskan pentingnya masyarakat melakukan verifikasi sebelum membagikan ulang konten serupa.
Klaim politik yang memanfaatkan nama tokoh publik seperti Jokowi, Gibran, dan PSI memang kerap digunakan untuk menarik perhatian warganet, terutama menjelang momentum politik tertentu.
Oleh karena itu, publik disarankan untuk mengacu pada sumber resmi dan media arus utama agar tidak ikut menyebarkan hoaks.