Gawat, Serangan Balasan Iran Makin Menjadi jadi, Microsoft Google Hingga Apple Jadi Target Serangan?
- Istimewa
Siap –Pembalasan terus berlanjut, Garda Revolusi Iran (IRGC) dikabarkan mengancam bakal menargetkan perusahaan teknologi dan industri di Amerika Serikat mulai 1 April 2026.
Dalam pernyataannya yang disiarkan media pemerintah, IRGC menyebut sedikitnya ada 18 target perusahaan akan menjadi sasaran termasuk Microsoft, Google, Apple, Intel, IBM, Tesla, serta Boeing.
IRGC memperingatkan bahwa operasi regional perusahaan-perusahaan tersebut berpotensi terdampak, terutama di kawasan Timur Tengah.
Dilansir laporan kantor berita Tasnim, peringatan itu disertai imbauan kepada karyawan untuk segera meninggalkan tempat kerja demi keselamatan.
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat sendiri dalam beberapa waktu terakhir terus meningkat. Ancaman terhadap perusahaan sipil menunjukkan meluasnya spektrum konflik, dari militer menjadi ekonomi dan teknologi.
Terkait ancaman itu, Gedung Putih menyebut bahwa Amerika Serikat siap untuk melawan setiap potensi serangan.
"Militer Amerika Serikat telah siap membatasi setiap serangan oleh Iran, sebagaimana dibuktikan oleh penurunan 90 persen dalam serangan rudal balistik dan drone oleh rezim teroris tersebut," kata seorang pejabat gedung putih.
Diketahui, peran Teknologi dalam Operasi Militer Amerika Serikat diketahui sangat bergantung pada Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta kecerdasan buatan (AI) dalam mendukung operasi militernya.
Sistem ini tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dalam jaringan intelijen yang menggabungkan data dari satelit, drone pengawasan, intelijen sinyal, hingga analisis data secara waktu nyata.
Melalui sistem tersebut, militer mampu mengidentifikasi, melacak, dan menganalisis potensi ancaman dengan lebih cepat dan akurat.
AI berperan penting dalam memproses data dalam jumlah besar, menemukan pola, serta mendeteksi pergerakan atau anomali yang sulit ditangkap oleh analis manusia.
Perusahaan teknologi memiliki kontribusi, meskipun sering kali tidak langsung.
Selain itu, pemanfaatan AI juga memungkinkan proses penargetan yang lebih presisi.
Sistem ini dapat mempercepat pengambilan keputusan militer dan meningkatkan akurasi dalam mengidentifikasi target bernilai tinggi berdasarkan data lokasi, pola aktivitas, serta konektivitas komunikasi.
Ancaman IRGC terhadap perusahaan-perusahaan besar AS dinilai berpotensi memicu kekhawatiran global, terutama bagi sektor teknologi dan industri yang memiliki operasi lintas negara.