Cegah TBC, Lapas Surabaya Periksa Ribuan Napi dengan CXR

Kepala Lapas Surabaya Sohibur cek pemeriksaan TBC
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Warga binaan atau narapidana adalah salah satu kelompok yang cukup rentan tertular penyakit. Di antaranya tuberkulosis (TBC). 

img_title Perdana di Sultra, Rutan Kolaka Dukung Ratusan Napi Raih Gelar Sarjana

Khawatir dengan hal tersebut, petugas Lapas Surabaya pun rutin menggelar cek kesehatan. 

Seperti pemeriksaan Active Case Finding (ACF) TBC melalui pemeriksaan Chest X-Ray (CXR) atau rontgen dada.

img_title Sigap, Petugas Lapas Surabaya Sudah 11 Kali Gagalkan Upaya Penyelundupan Narkoba untuk Napi

Cek kesehatan dengan konsep skrining massal ini diikuti oleh 1.352 warga binaan atau napi.

Kepala Lapas Surabaya, Sohibur Rachman mengatakan, proses skrining ini merupakan bentuk komitmen pihaknya dalam menjaga kesehatan seluruh warga binaan di lingkungan pemasyarakatan.

img_title Terungkap, 2 Petugas Rutan Depok Ini Terlibat Pesta Narkoba Ala Dugem Napi, Berapa Setorannya?

Sohibur menyadari, bahwa lingkungan hunian di dalam lapas memiliki risiko tinggi terhadap penularan penyakit seperti TBC. 

"Karena itu, kegiatan ACF ini kami laksanakan untuk mendeteksi secara dini sekaligus memberikan penanganan tepat bagi warga binaan yang berisiko," jelasnya pada Jumat, 10 Oktober 2025.

Sohibur mengungkapkan, bahwa program skrining TBC ini merupakan bagian dari gerakan nasional yang digelar serentak.

Tercatat ada sekir 532 lapas, rutan, dan LPKA di seluruh Indonesia di bawah koordinasi Kanwil Ditjen Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur yang menggelar program tersebut. 

Adapun pelaksanaan skrining di Lapas Surabaya ini telah berlangsung selama empat hari. 

Tahapan pemeriksaan dilakukan secara berurutan, mulai dari pendaftaran peserta, skrining gejala, pemeriksaan CXR, evaluasi hasil oleh dokter umum, pengumpulan spesimen dahak, hingga penginputan data ke Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB).

Hasil pemeriksaan saat ini masih dalam proses rekapitulasi oleh tim medis dan akan segera ditindaklanjuti. 

Nantinya, warga binaan yang terindikasi berisiko, akan diarahkan untuk mengikuti Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) sesuai dengan arahan Kementerian Kesehatan.

“Dengan adanya skrining massal ini, kami ingin memastikan seluruh warga binaan mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan yang komprehensif dan berkelanjutan," ucap Sohibur. 

"Ini bagian dari komitmen kami untuk menciptakan lapas yang bersih, sehat, dan manusiawi," sambungnya.

Sebagai informasi, program ACF TBC ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Kesehatan RI bersama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Hukum dan HAM RI.

Program ini digelar sebagai upaya mendukung target eliminasi TBC nasional pada tahun 2030.