Jejak Langkah dan Warisan Raja Pertama Yogyakarta

Keraton Yogjakarta pada awal pendirian oleh Sultan Hamengkubuwono I
Sumber :
  • Dok/keratonjogja.go.id

Siap – Kesultanan Yogyakarta memiliki jejak sejarah yang panjang dan memiliki peranan penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Di masa sekarang publik lebih mengenal Keraton Yogyakarta dan Sri Sultan sebagai Gubernur DI Yogyakarta.

img_title Jalan Terjal Persib Pertahankan Trofi Sang Juara, Jadi Klub Pertama yang Hattrick di Liga Domestik

Namun, tak banyak yang mengenal sosok Sri Sultan Hamengkubowono I yang menjadi peletak dasar dan pewaris pertama raja Jawa tersebut.

Siapakah Sultan Hamengkubuwono I dan apa peranannya dalam takhta Keraton Yogyakarta? Sri Sultan Hamengkubuwana I adalah pendiri sekaligus raja pertama Kesultanan Yogyakarta.

img_title Mengerikan! Drone Shahed Iran Tembus 2.000 Km, Hantam Pangkalan Inggris RAF Akrotiri dan Lolos dari Sistem NATO

Ia memerintah sejak 1755 hingga 1792. Sultan Hamengkubuwono I juga merupakan tokoh yang mendirikan Kasultanan Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat.

Dikutip dari buku Sejarah Keraton Yogyakarta karya Ki Sabdacarakatama (2009), Sri Sultan Hamengkubuwana I memiliki nama asli Raden Mas Sujana. Ia merupakan putra Mangkurat IV raja Kasunanan Kartasura yang lahir pada 6 Agustus 1717.

img_title Teheran Sebut Operasi Teroris Zionis Israel Gagal Total, IRGC Siapkan Sejarah Mimpi Terburuk untuk IDF

Sejak kecil, Sujana sudah dikenal sebagai sosok yang cakap dalam olah keprajuritan. Saat paman beliau Mangkubumi wafat pada 27 November 1730, ia pun diangkat menjadi Pangeran Lurah, pangeran yang dituakan di antara para putra raja.

Ketika sudah dewasa, Sujana menyandang gelar baru, yaitu Pangeran Mangkubumi. Pangeran Mangkubumi sangat taat beribadah dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur budaya Jawa. Sifat baiknya ini yang menghasilkan kesetiaan mendalam dari para pengikutnya.

Pada tahun 1742, Istana Kartasura diserang dan diduduki oleh pemberontak. Pakubuwana II, kakak dari Pangeran Mangkubumi, terpaksa harus membangun istana baru di Surakarta.

Pada akhirnya, pemberontakan berhasil dihentikan oleh Kompeni Hindia Timur Belanda dan Cakraningrat IV dari Madura. Sisa pemberontak yang dipimpin oleh Raden Mas Said, keponakan Pakubuwana II dan Mangkubumi berhasil menguasai Sukawati, sekarang Sragen.

Pakubuwana II pun mengumumkan sayembara dengan hadiah tanah seluas 3.000 cacah bagi mereka yang mampu mengusir Raden Mas Said dan pemberontaknya dari Sukawati. Mendengar berita tersebut, Pangeran Mangkubumi bergerak. Ia berhasil mengusir Raden Mas Said tahun 1746.

Sesuai yang dijanjikan, seharusnya Pangeran Mangkubumi mendapat hadiah tanah seluas 3.000 cacah. Akan tetapi, dihalang-halangi oleh Patih Pringgalaya yang menghasut raja untuk membatalkan perjanjian sayembara. Masih belum berakhir dengan masalah tersebut, datanglah Gubernur Jenderal VOC Baron van Imhoff yang semakin memperkeruh suasana.

Halaman Selanjutnya
img_title