Jejak Sejarah Tahu Sumedang, Camilan Ringan Rasa Nendang

Tahu Sumedang.
Sumber :
  • Dispar Sumedang

Siap – Semua pasti suka tahu. Apalagi yang disajikan itu tahu Sumedang. Makanan ringan ini murah tapi bergizi. 

img_title Jalan Terjal Persib Pertahankan Trofi Sang Juara, Jadi Klub Pertama yang Hattrick di Liga Domestik

Tahu mengandung banyak protein nabati karena terbuat dari kacang kedelai. Cocok menjadi santapan berbagai usia, terlebih untuk anak-anak dalam masa pertumbuhan.

Tahu bisa diolah dengan berbagai cara, seperti dibacem, dipepes, ataupun digoreng. Panganan yang digoreng paling terkenal adalah tahu Sumedang.

img_title Mengerikan! Drone Shahed Iran Tembus 2.000 Km, Hantam Pangkalan Inggris RAF Akrotiri dan Lolos dari Sistem NATO

Sensasi rasanya yang gurih harus diakui membuat jenis makanan ini jadi fenomenal. 

Gurihnya memang sulit dicari tandingannya. Coba saja bandingkan dengan tahu kuning, tahu putih atau tahu-tahu lainnya. 

img_title Teheran Sebut Operasi Teroris Zionis Israel Gagal Total, IRGC Siapkan Sejarah Mimpi Terburuk untuk IDF

Jangan heran, jika semua itu tak ada apa-apanya. Oleh karena rasa itu, tahu Sumedang kemudian melegenda. 

Ya, itulah tahu Sumedang, panganan legendaris khas kota tersebut. Selain gurih, kulit tahu ini krispi dan isinya pun lembut dan empuk. 

Keunikan lain, ukuran tahu Sumedang ini terbilang tak terlalu besar, hanya 2,5 x 2,5 cm saja.

Wajar jika tahu Sumedang sangat populer dan mampu bertahan hingga saat ini. 

Dalam banyak hal tahu ini tentu lebih unggul ketimbang jenis tahu-tahu produksi mana pun. Padahal, jika ditelisik bahan pembuatannya tak jauh beda dengan yang lain. 

Hanya saja kedelai yang digunakan tahu Sumedang adalah kedelai lurik, kedelai khas Sumedang. 

Sedangkan air yang digunakan air tanah, juga asli dari kota tersebut. 

Tak berlebihan, jika cita rasa tahu Sumedang akan sangat berbeda, ketika sampai di mulut para pencintanya, renyah, lembut dan pastinya sangat gurih.

Sejarah tahu Sumedang telah mengarungi rentang waktu yang cukup lama. Lebih dari satu abad.

Dimulai dari 1917, ketika seorang warga keturunan China bernama Ong Ki No atau biasa dipanggil Babah Eno untuk pertama kali meracik tahu ini.

Lalu, diteruskan oleh keturunannya Ong Bung Keng hingga sampai pada keturunan mereka yang menjadi generasi milenial sekarang ini. Tahu Sumedang tetap eksis di tengah gerusan waktu. 

Tahu Sumedang.

Photo :
  • Dispar Sumedang

Bahkan, lebih dari itu secara turun-temurun mereka pun mampu menjaga dan melestarikan resep pembuatan tahu warisan nenek moyang mereka.

Halaman Selanjutnya
img_title