Cublak-Cublak Suweng Dolanan Anak Warisan Wali Songo, Pernah Main?
- Istimewa
Kalimat mambu ketundhung gudel bermakna bahkan orang bodoh (minim pendidikan) mencari harta duniawi tersebut dengan penuh nafsu ego, tindakan korupsi, jual beli jabatan tujuannya untuk mencari kebahagiaan sesaat.
Orang bodoh tersebut seperti orang tua ompong yang sedang kebingungan (Pak empo lera-lere)
Meskipun berlimpah harta, namun bukan harta atau kebahagiaan abadi. Mereka kebingungan dan selalu gelisah karena dikuasai oleh keserakahannya sendiri.
Sopo ngguyu ndhelikake diartikan siapa tertawa dia yang menyembunyikan. Mengandung pesan bahwa siapa yang bijaksana, merekalah yang menemukan kebahagian abadi yang hakiki.
Mereka adalah orang orang yang tersenyum dalam menjalani setiap cerita hidup, walaupun berada hidup tengah-tengah dunia yang penuh keserakahan.
Sir (hati nurani/suara hati) pong dele kopong (kedelai kosong tanpa isi). Maksudnya hati nurani yang kosong.
Untuk sampai kepada kebahagiaan abadi harus menghindari dari kecintaan kepada kekayaan duniawi, rendah hati, tidak meremehkan orang lain, serta selalu melatih kepekaan sir/hati nuraninya.
Makna lirik yang terkandung dalam cublak-cublak suweng adalah untuk mencari harta janganlah menuruti hawa nafsu, tetapi semuanya kembali ke hati nurani yang bersih. Tidak dipengaruhi hawa nafsu.
Dengan hati nurani akan lebih mudah menemukan kebahagian, dan tidak tersesat jalan hingga lupa akan akhirat.
Dari segi budaya lagu dolanan cublak-cublak suweng dapat memberikan ajaran kepada anak agar tidak menuruti hawa nafsu, menjaga harmoni dengan alam, sesama manusia dan orang tua.
Lirik lagu dolanan cublak-cublak suweng juga mengandung ajaran nilai-nilai moral.
Lirik lagu yang mengandung ajaran nilai moral dapat dibagi menurut jenis-jenis ajaran moralnya sehingga dapat ditemukan inti ajaran yang bisa lebih dicerna manusia dalam penerapan di kehidupannya.