Selat Hormuz Kembali Bergolak, Tentara AS Dilaporkan Terluka

Potret ilustrasi konflik Iran di Selat Hormuz.
Sumber :
  • Gemini AI

Siap – Ketegangan Iran dan Amerika Serikat kembali menjadi sorotan setelah delapan marinir AS dilaporkan terluka dalam sebuah insiden di Selat Hormuz pada 14 September 2026. 

img_title Trump Hadapi Pilihan Besar soal Iran, Serangan Militer dan Risiko Perang Jadi Sorotan

Peristiwa tersebut baru muncul ke publik ketika data korban Pentagon diperbarui, sementara konflik di kawasan itu sedang berada dalam fase yang relatif lebih tenang.

Insiden tersebut menambah perhatian terhadap keamanan personel Amerika Serikat di kawasan Teluk sekaligus menunjukkan bahwa ketegangan antara Washington dan Teheran belum sepenuhnya mereda.

img_title Surat Rahasia Wapres AS JD Vance Tiba, Iran Tegaskan Syarat Damai Harga Mati!

Dikutip dari laman YouTube Kompas, perkembangan tersebut terjadi ketika Presiden AS Donald Trump disebut masih mempertimbangkan kemungkinan melanjutkan tekanan terhadap Iran setelah pemilu paruh waktu Amerika Serikat pada November 2026.

Di sisi lain, Iran menyatakan telah mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan berlanjutnya konflik. 

img_title Bikin Dunia Tahan Nafas! AS Peringatkan Negara Teluk Siap siap, Sinyal Perang Besar?

Teheran juga menegaskan bahwa tekanan dari Washington tidak membuat mereka menghentikan persiapan menghadapi berbagai kemungkinan.

Lantas, seperti apa perkembangan terbaru hubungan Iran dan Amerika Serikat serta kondisi pasukan AS di kawasan tersebut?

Delapan marinir Amerika Serikat dilaporkan mengalami cedera setelah sebuah kapal yang membawa personel AS terkena serangan yang dikaitkan dengan rudal jelajah Iran di Selat Hormuz pada 14 September 2026.

Laporan Defence Security Asia menyebut delapan marinir tersebut mengalami gejala gegar otak dan menghirup asap.

Mereka kemudian dinyatakan dapat kembali bertugas.

Laporan tersebut juga menyebut kapal yang terkena serangan bukan kapal perang Angkatan Laut AS, sementara identitas kapal tidak diungkapkan kepada publik.

Informasi serupa mengenai delapan marinir tersebut juga dilaporkan sejumlah media berdasarkan keterangan pejabat Amerika Serikat. 

Para personel tersebut disebut terdiri dari tujuh anggota berpangkat tamtama dan seorang perwira yang merupakan bagian dari batalion pendarat marinir.

Yang menjadi perhatian adalah waktu masuknya kasus tersebut ke dalam catatan korban Pentagon.

Laporan terbaru menyebut delapan marinir itu baru tercatat dalam sistem korban Pentagon sekitar 10 hari setelah insiden.

Seorang pejabat AS menjelaskan bahwa sejumlah gejala cedera, khususnya yang berkaitan dengan gegar otak atau cedera otak traumatis, tidak selalu muncul secara langsung.

Selain itu, sistem pencatatan korban Pentagon memang tidak diperbarui secara real time.

Halaman Selanjutnya
img_title