China Kembali Pasang Badan Bela Iran Hadapi Kelicikan AS, Begini Kronologinya

Ilustrasi China vs Amerika di tengah konflik Iran
Sumber :
  • Istimewa

Siap – China kembali pasang badan membela Republik Islam Iran yang saat ini mendapat banyak tekanan dari Amerika Serikat atau AS.

img_title Dampak Perang Iran Merembet ke Politik AS, Trump Hadapi Tekanan Berlapis

Dikutip dari laman YouTube tv One, Pemerintah China secara tegas menolak langkah AS yang menerapkan sanksi sepihak berupa larangan operasi bagi seluruh maskapai penerbangan Iran di tingkat internasional. 

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun menilai, tindakan Washington itu bersifat ilegal karena tidak memiliki dasar hukum internasional, maupun persetujuan resmi dari Dewan Keamanan PBB.

img_title Siap Luncurkan Bapak dari Segala Bom, Iran Tebar Ancaman ke Negara Tetangga yang Cari Masalah

Sikap keras Beijing ini muncul setelah Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent mengumumkan penghentian seluruh operasional maskapai Republik Islam di seluruh dunia yang berlaku mulai 23 September 2026. 

Dalam kebijakan terbarunya, AS tidak hanya menargetkan maskapai penerbangan Iran, tetapi juga mengancam akan menjatuhkan sanksi lanjutan kepada pihak asing yang tetap mendukung operasional penerbangan tersebut.

img_title Iran Ubah Cara Berperang, Serangan Kapal dan Ancaman Rudal Picu Kekhawatiran

Tindakan tegas ini berlaku bagi pengelola bandara, pemasok bahan bakar, penyedia jasa tiket, hingga pelaku usaha terkait. 

Amerika Serikat menegaskan, bahwa setiap pihak yang melanggar dan tetap memberikan layanan kepada maskapai Republik Islam akan dikenai sanksi berupa pemutusan akses dari sistem transaksi keuangan berbasis dolar.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi tekanan ekonomi baru Washington untuk melemahkan posisi Teheran. 

Nyali Top Pejabat Teheran di AS

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi Tiba di New York, Amerika Serikat pada Selasa, 22 September 2026.

Araghchi datang penuh percaya diri untuk menghadiri Sidang Majelis Umum ke-81 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Araghchi menegaskan, bahwa tugas utama delegasi Iran di forum dunia ini adalah untuk membela kebenaran, hak kedaulatan, serta kepentingan nasional rakyat Republik Islam di tengah situasi konfrontasi dan agresi dengan Amerika Serikat dan sekutunya.

Di hadapan para jurnalis, ia mengkritik bahwa dunia telah kehilangan kepercayaan terhadap PBB. 

Menurutnya PBB gagal menjaga perdamaian dan keamanan internasional karena adanya sejumlah negara yang merasa berhak melakukan apa saja dengan melanggar hukum internasional.

Kehadiran Araghchi di New York juga membawa pesan keteguhan diplomatik, bahwa meskipun Iran sedang menghadapi perang dan tekanan ekonomi (seperti blokade laut dan sanksi AS), mereka tidak akan meninggalkan arena diplomasi internasional.

Halaman Selanjutnya
img_title