Iran Ancam Balasan Lebih Luas Jika AS Kembali Melancarkan Serangan
- Gemini AI
Siap – Ketegangan Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah Teheran dilaporkan memperkuat kesiapan militernya di tengah peringatan mengenai kemungkinan berlanjutnya serangan.
Iran juga menyatakan telah menyiapkan perubahan dalam strategi pertahanan dan serangan balik apabila Washington kembali melakukan agresi.
Dilansir dari kanal YouTube Kompas, perang Israel-AS melawan Iran telah memasuki hari ke-205.
Setelah intensitas serangan langsung menurun selama beberapa bulan, Teheran kini menyebut adanya persiapan Amerika Serikat untuk melanjutkan serangan.
Di tengah situasi tersebut, Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC menyampaikan bahwa Iran telah menyiapkan persenjataan baru.
Kemampuan senjata yang disebutkan Teheran itu diklaim akan membawa perubahan dalam operasi militer apabila konflik kembali pecah.
Juru Bicara IRGC, Hossein Mohebbi, mengatakan Iran akan mengubah pola pertahanan dan serangan balik jika kembali menghadapi serangan Amerika Serikat.
Perubahan tersebut, menurut dia, tidak hanya menyangkut persenjataan, tetapi juga wilayah operasi perang.
"Jika terjadi agresi baru, pasti akan ada perubahan signifikan dalam pertahanan dan serangan balasan kami," ujarnya.
Mohebbi mengatakan Republik Islam Iran akan membawa persenjataan baru dengan kemampuan yang disebut lebih canggih ke medan perang.
Ia juga menegaskan bahwa kemampuan tersebut akan menjadi bagian dari respons Iran jika serangan kembali terjadi.
Lebih lanjut, juru bicara pasukan elit Iran itu menyebut target Teheran tidak selalu akan sama seperti sebelumnya.
Menurut dia, masih terdapat sejumlah target baru yang belum tercapai.
"Kami pasti akan mengubah peta wilayah perang. Kami pasti akan mengerahkan senjata baru dengan kemampuan baru ke medan perang, dan dunia akan dibuat terkejut," janjinya.
Selain berbicara mengenai persenjataan baru, IRGC juga mengklaim telah mencegat dan menghancurkan pesawat tak berawak MQ-1 milik Amerika Serikat di atas Selat Hormuz.
Dalam pernyataan yang disiarkan kantor berita setempat, IRGC menyebut Amerika Serikat kembali menggunakan drone MQ-1 setelah kehilangan sejumlah drone MQ-9 yang lebih canggih.
Klaim tersebut disampaikan di tengah meningkatnya perhatian terhadap aktivitas militer di sekitar Selat Hormuz.
IRGC juga mengatakan MQ-1 dan MQ-9 kini menjadi sasaran sistem pertahanan udara baru yang mereka klaim telah dimiliki Iran.