BMKG Prediksi Depok Akan Diguyur Hujan Sore Ini
- Istimewa
Siap – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG memprediksi, Kota Depok akan diguyur hujan ringan pada Selasa sore, 8 September 2026.
Dikutip dari laporan BMKG dan pantauan cuaca per jam, wilayah Kota Depok diprakirakan berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang pada siang menjelang sore hari ini.
BMKG memperkirakan, sekira pukul 15:00 WIB mulai ada potensi hujan ringan (peluang sekitar 35 persen) dengan suhu udara sekitar 34°C.
Kemudian sekira pukul 16:00 WIB potensi hujan singkat atau hujan ringan masih berlanjut (peluang 25 persen) seiring suhu mulai turun ke 33°C.
Cuaca diprediksi mulai mereda menjadi cerah berawan sekira pukul 17:00 WIB.
Lalu otensi hujan ringan kembali muncul di beberapa titik wilayah Depok sekira pukul 18:00-20:00 WIB.
Waspada Hujan Angin
Sementara itu, dilansir dari kanal YouTube Kompas, BMKG memperingatkan potensi hujan lebat dan angin kencang pada 8 hingga 10 September 2026.
Peringatan ini disampaikan ketika sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam musim kemarau.
Kondisi tersebut juga berlangsung bersamaan dengan ancaman kebakaran hutan dan lahan serta dampak sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
BMKG menjelaskan, tutupan awannya relatif sedikit pada pagi hingga siang hari membuat pemanasan permukaan berlangsung lebih optimal.
Akibatnya suhu udara dapat meningkat.
Sejumlah wilayah di Indonesia bagian selatan juga masih mengalami hari tanpa hujan atau HTH dengan kategori panjang hingga ekstrem panjang.
Durasi HTH terlama mencapai 121 hari dan tercatat di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Meski demikian, musim kemarau tidak sepenuhnya menghalangi terjadinya hujan berintensitas tinggi di sejumlah daerah.
Pada periode 31 Agustus hingga 2 September 2026, hujan lebat hingga sangat lebat masih terjadi di Sumatera bagian utara dan tengah.
Curah hujan tertinggi tercatat di Sumatera Utara sebesar 111,6 mm/hi, kemudian Sumatera Barat 101,8 mm/hi dan Aceh 82,5 mm perhi.
Kondisi tersebut dipengaruhi aktivitas meden Julian Oxilation atau MGO serta gelombang Rosby Ecuatorial di wilayah Aceh.
Selain itu, gelombang Kelvin aktif di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Gelombang Mixed Rossby-Gravity (MRG) juga terpantau aktif di Aceh dan Sumatera Utara.