Iran Dikepung Sanksi Amerika, China Kirim Sinyal Keras

Potret ilustrasi dukungan China terhadap Iran ditengah sanksi Amerika Serikat (AS).
Sumber :
  • Gemini AI

Siap – Ketegangan hubungan Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memunculkan dukungan dari salah satu mitra strategis Teheran.

img_title Dampak Perang Iran Merembet ke Politik AS, Trump Hadapi Tekanan Berlapis

China secara terbuka menolak sanksi ekonomi terbaru yang dijatuhkan Washington terhadap Republik Islam Iran.

Sikap tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf.

img_title Siap Luncurkan Bapak dari Segala Bom, Iran Tebar Ancaman ke Negara Tetangga yang Cari Masalah

Ia menilai penolakan Beijing menunjukkan eratnya hubungan strategis kedua negara yang dibangun atas kepentingan bersama.

Dalam unggahan melalui platform X pada Rabu, 26 Agustus 2026, Ghalibaf menyebut kemitraan Iran dan China tidak membutuhkan persetujuan dari pihak lain.

img_title Ancaman Pemakzulan Mengintai Lagi! Ini 3 Skenario Terburuk Trump Jika Demokrat Kuasai Kongres AS

"Kemitraan strategis komprehensif Iran-China berakar pada rasa saling menghormati, kerja sama saling menguntungkan, dan visi bersama untuk dunia multipolar. Hubungan ini tidak memerlukan izin siapa pun," tulis Ghalibaf.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China juga menyatakan sikap tegas Beijing terhadap kebijakan sanksi Washington kepada Teheran.

Beijing menentang sanksi Amerika Serikat terhadap Iran yang dinilai tidak mempunyai landasan dalam hukum internasional maupun mandat dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Sikap tersebut muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan penerapan sanksi ekonomi terhadap Iran yang disebut sebagai "D-Day".

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari tekanan Washington setelah rangkaian perundingan antara Amerika Serikat dan Iran belum menghasilkan kesepakatan damai.

Ghalibaf sendiri bukan sosok yang asing dalam proses diplomasi Iran-Amerika Serikat.

Ia diketahui menjadi salah satu negosiator utama Teheran dalam sejumlah pembicaraan dengan Washington.

Selain menjalankan peran sebagai Ketua Parlemen Iran, Ghalibaf juga dipercaya sebagai utusan khusus Teheran untuk menangani hubungan dengan China.

Hubungan ekonomi Iran dan China semakin penting sejak Amerika Serikat pada 2018 memutuskan keluar dari kesepakatan internasional mengenai program nuklir Iran.

Keputusan Washington tersebut kemudian diikuti dengan penerapan kembali berbagai sanksi ekonomi terhadap Teheran.

Dalam situasi tersebut, China berkembang menjadi mitra dagang terbesar Iran.

Hubungan perdagangan kedua negara tetap berjalan meskipun tekanan Amerika Serikat terhadap negara dan perusahaan yang berbisnis dengan Teheran terus meningkat.

Aktivitas ekonomi Iran-China mencakup perdagangan energi dalam jumlah besar, termasuk pembelian minyak mentah dan berbagai produk petroleum dari Iran.

Halaman Selanjutnya
img_title