Sanksi Baru Trump Tak Bikin Iran Gentar, Teheran Sampaikan Balasan Keras

Potret ilustrasi bendera Iran berkibar ditengah perang.
Sumber :
  • Gemini AI

Siap – Pemerintah Iran menilai Amerika Serikat mulai kehabisan pilihan setelah serangkaian tekanan terhadap Teheran, baik melalui jalur militer maupun ekonomi, dinilai tidak mencapai hasil yang diharapkan.

Teheran pun meminta Washington mengubah pendekatan dan memperlakukan rakyat Iran dengan hormat.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyampaikan penilaian tersebut saat menghadiri upacara pembaruan ikrar setia terhadap cita-cita pendiri Republik Islam Iran, Imam Khomeini, di makam Khomeini pada Minggu, 23 Agustus 2026.

Dikutip dari Tasnim News, Araqchi menilai kebijakan tekanan ekonomi terbaru yang digaungkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bukanlah sesuatu yang baru bagi Teheran.

Menurutnya, Washington telah berulang kali menggunakan berbagai bentuk tekanan terhadap Iran selama bertahun-tahun.

Pada era pemerintahan Barack Obama, kebijakan tersebut dikenal dengan istilah "sanksi yang melumpuhkan".

Sementara pada periode pertama pemerintahan Trump, Washington menjalankan kampanye yang disebut "tekanan maksimum".

Kini, istilah lain kembali digunakan untuk menggambarkan sanksi baru terhadap Iran.

Araqchi menilai perbedaan istilah tersebut tidak mengubah substansi kebijakan Amerika Serikat yang menurutnya tetap berupa upaya intimidasi terhadap Iran.

"Ini adalah film lama yang diputar ulang, kami sudah sangat hafal jalan ceritanya serta tahu bagaimana cara menghadapi dan menanganinya," ujar Araqchi.

Ia menilai keputusan Washington untuk kembali mengandalkan tekanan ekonomi setelah sebelumnya menggunakan ancaman serta operasi militer menunjukkan adanya persoalan dalam strategi Amerika Serikat menghadapi Teheran.

"Fakta bahwa mereka kembali menggunakan rencana lama setelah sebelumnya mengandalkan operasi militer serta ancaman serangan ini-itu menunjukkan bahwa mereka sedang putus asa," katanya.

Menurut Araqchi, Washington terus menghidupkan kembali kebijakan yang sebelumnya dianggap tidak berhasil.

Ia kemudian meminta pemerintah Amerika Serikat memahami bahwa hubungan dengan Iran tidak dapat dibangun melalui ancaman maupun tekanan semata.

Araqchi menegaskan Washington harus menghormati rakyat Iran dan mencari penyelesaian yang berlandaskan keadilan serta martabat.

"Mereka harus kembali ke jalur yang pernah ditempuh sebelumnya. Bangsa Iran akan membalas sikap yang menjunjung martabat dengan rasa hormat pula," ujarnya.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan Iran menghadapi blokade ekonomi, Araqchi menepis kekhawatiran tersebut.