Pentolan PDIP Depok Ultimatum Satpol PP Usai Bredel Spanduk Sekda Supian: Usut Tuntas!

HTA soal baliho Sekda Depok, Supian Suri dicopot Satpol PP
HTA soal baliho Sekda Depok, Supian Suri dicopot Satpol PP
Sumber :
  • siap.viva.co.id

Siap – Tindakan Satpol PP yang mencopot sejumlah baliho Sekda Depok, Supian Suri menuai reaksi keras sejumlah pihak. Mereka menilai, aparat penegak perda itu telah bertindak arogan.

Setidaknya hal itu diungkapkan Ketua DPC PDIP Kota Depok, Hendrik Tangke Allo

Menurut dia, spanduk atau baliho Supian Suri yang terpasang di acara Ngubek Empang, Cilodong, Kota Depok tidak menyalahi aturan. 

"Ada apa dengan Satpol PP Depok yang hari ini melakukan pencopotan terhadap seluruh spanduk ataupun banner Pak Supian Suri?" tanya Hendrik saat dikonfirmasi pada Kamis, 16 Mei 2024.

Pria yang akrab disapa HTA itu menjelaskan, bahwa agenda Ngumbek Empang ini adalah acaranya Kumpulan Orang-orang Depok (KOOD). 

"Nah Pak Supian Suri sendiri adalah selain adalah sebagai Sekretaris Daerah Kota Depok, beliau juga sebagai Bendahara KOOD, ini saya pertanyakan ada apa?" tanya dia lagi.

Atas dasar itulah, Wakil Ketua DPRD Kota Depok ini juga mengecam keras sikap Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). 

HTA bahkan berjanji, pihaknya akan mengusut tuntas siapa di belakang layar yang memerintahkan tindakan tersebut.

"Mengapa Satpol PP memiliki keberanian untuk arogan terhadap pencopotan gambar Supian Suri?" tanya HTA penasaran.

Lebih lajut, ia juga memperingatkan Kepala Satpol PP Kota Depok, Dede Hidayat untuk bersikap netral terhadap pilkada yang akan diselenggarakan pada 27 November 2024.

"Laksanakan pekerjaan sesuai tugas dan fungsi sebagai ASN, jangan ikut-ikut dalam politik praktis dengan berpisah kepada salah satu calon, siapapun itu," tegas Hendrik.

Mantan pilot ini kembali menegaskan, pencopotan spanduk Supian Suri alias SS harus diusut tuntas.

"Lagi pula gambar-gambar yang dicopot itu tidak ada di situ yang mengatakan Pak Supian Suri sebagai calon apapun, tidak ada," ujarnya.

Menurutnya, tindakan tersebut merupakan bentuk arogansi dari penguasa saat ini yang diduga merasa ketakutan dengan semakin masif atau meluasnya dukungan warga terhadap rencana Supian Suri untuk maju sebagai calon wali kota.

"Saya menilai tindakan ini arogan dan harus diusut tuntas, jangan sampai arogansi seperti ini dibiarkan dan merajalela di Depok," katanya. 

Kecaman atas tindakan Satpol PP juga disuarakan oleh Ketua BASIS-24, Kasno, yang merupakan salah satu barisan relawan Supian Suri.

"Wahai para pemangku kebijakan Pemkot Depok, para ASN Pemkot Depok, apakah ada yang salah dengan sepanduk-sepanduk gambar Supian Suri (bendahara KOOD) sementara sepanduk-sepanduk yang lainya bagaimana?” tanya dia.

"Janganlah bersikap dan bertindak diskriminatif apalagi zalim dengan siapapun juga," sambung Kasno.

Lebih lanjut dia mempertanyakan, apakah mungkin seorang Supian Suri adalah momok yang sangat menakutkan sehingga sepanduknya menerima perlakuan diskriminatif, bahkan terkesan dizalimi?

"Sementara baju yang saya pakai ini para pemangku kebijakan dan ASN Pemkot Depok mau berbuat apa?" tanya Kasno lagi. 

Sementara itu, Sekda Depok, Supian Suri sendiri merespon hal tersebut dengan cukup santai.

"Ya nggak apa-apa, saya enggak tahu latar belakangnya apa, ya prinsipnya nggak apa-apa, nanti kita pasang lagi ditempat lain kalau memang itu dicopot," katanya.

Sayangnya, hingga berita ini diturunkan pihak Satpol PP Kota Depok belum bisa memberi keterangan terkait tindakannya itu.

Sebagai informasi, Supian Suri alias SS, merupakan bakal calon Wali Kota Depok yang disebut-sebut mendapat sinyal dukungan dari enam partai. 

Mereka yakni, Gerindra, Demokrat, PDIP, PKB, PPP dan PAN.

Enam partai tersebut telah mendeklarasikan diri berada dalam satu gerbong yang disebut Koalisi Sama Sama.

Para elit parpol itu sepakat, bakal mengusung Supian Suri untuk bertarung di Pilkada Depok 2024.