Bukan Sekadar Uang, Ini Formula yang Bikin Como 1907 Terus Melesat

Potret ilustrasi Como 1907 semakin disegani.
Sumber :
  • Instagram/comofootball

Siap – Como 1907 terus menunjukkan perkembangan mengejutkan sejak berada di bawah kepemilikan keluarga Hartono.

img_title Moncer di Como! Arsenal dan Chelsea Rebutan Jacobo Ramon, Real Madrid Pegang Kendali Lewat Klausul Buy-Back

Setelah membuat kejutan di panggung Liga Champions, klub berjuluk I Lariani itu kembali meraih kemenangan di Serie A dan mulai diperhitungkan sebagai salah satu kekuatan baru di Italia.

Dilansir dari kanal YouTube GALZ, Como kembali mendapatkan hasil positif setelah menundukkan Parma dengan skor 2-1 pada giornata keempat Serie A.

img_title Serie A Pekan ke-10: Derby della Madonnina hingga Como 1907 Hadapi Venezia Si Penghuni Dasar Klasemen

Dua gol Como dalam pertandingan tersebut sama-sama lahir dari pemain belakang, yakni Jacobo Ramon dan Kaiki Bruno.

Parma hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui David Romero menjelang pertandingan berakhir.

img_title Raksasa Serie A Syok Dikasih Paham Como 11 Menit: Pelatih Torino Kena Mental Lawan Klub Bos Djarum

Hasil tersebut semakin memperlihatkan kedalaman skuad Como.

Kontribusi gol tidak hanya datang dari pemain yang beroperasi di lini depan, tetapi juga dari para pemain bertahan.

Salah satu hal menarik dari kemenangan atas Parma adalah keputusan Cesc Fabregas melakukan rotasi pemain.

Pelatih asal Spanyol itu tidak menurunkan seluruh pemain utamanya sejak menit awal. 

Beberapa pemain yang sebelumnya lebih sering menjadi pilihan dari bangku cadangan mendapat kesempatan tampil.

Sejumlah nama yang mendapat kepercayaan antara lain Moise Kean, Marc-Oliver Kempf, Kaiki Bruno, serta penjaga gawang Robert Sanchez.

Keputusan tersebut tidak terlepas dari padatnya agenda Como musim ini.

I Lariani harus membagi fokus di tiga kompetisi sekaligus, yakni Serie A, Liga Champions, dan Coppa Italia.

Dengan jadwal yang semakin rapat, rotasi menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi fisik pemain. 

Strategi tersebut juga diperlukan untuk mengurangi risiko kelelahan maupun cedera.

Fabregas mengaku puas dengan kontribusi pemain yang mendapat kesempatan tampil saat menghadapi Parma.

"Beberapa pemain sangat lelah. Kami melakukan beberapa perubahan dan saya menyukai cara pemain lain yang masuk dari bangku cadangan memberikan dampak," katanya.

Menurut Fabregas, penampilan para pemain pelapis memberikan gambaran bahwa dirinya memiliki lebih banyak pilihan untuk menjalani musim yang panjang.

"Ini adalah respon penting bagi tim karena saya bisa mengandalkan semua pemain. Saya sangat senang dengan performa ini. Ini adalah kemenangan penting bagi saya sebagai pelatih karena saya mulai menyadari tim seperti apa yang bisa kami bangun," sambung Fabregas dikutip dari Football Italia.

Kemenangan atas Parma turut menjaga catatan positif Como pada awal musim 2026-2027.

Dalam lima pertandingan yang telah dimainkan, I Lariani mencatat empat kemenangan dan satu hasil imbang. 

Satu-satunya kegagalan meraih tiga poin terjadi pada pekan pertama Serie A ketika Como ditahan Udinese.

Catatan tersebut membuat Como masih menjadi salah satu klub yang belum merasakan kekalahan.

Performa konsisten itu membuka peluang bagi tim Fabregas untuk mempertahankan rekor tak terkalahkan hingga akhir musim. 

Meski perjalanan menuju status invincible masih sangat panjang, peluang tersebut tetap terbuka selama konsistensi permainan dapat dipertahankan.

Kondisi pemain juga menjadi faktor penting. Jika para pemain utama mampu terhindar dari cedera dan kedalaman skuad tetap terjaga, Como memiliki modal untuk mempertahankan performanya dalam persaingan panjang.

Pembahasan mengenai peluang Como mempertahankan rekor tanpa kekalahan turut membawa Fabregas pada pengalamannya bersama Arsenal.

Fabregas pernah memperkuat Arsenal dan menjadi bagian dari tim yang memiliki sejarah penting di Premier League.

Dari pengalaman tersebut, ia mengaku mendapatkan sejumlah pelajaran mengenai bagaimana membangun tim yang mampu tampil konsisten.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian Fabregas adalah kontribusi pemain bertahan dalam mencetak gol.

Menurutnya, sepak bola modern tidak lagi hanya menuntut bek untuk bertahan.

Pemain belakang juga dapat menjadi senjata tambahan ketika tim menghadapi lawan yang bertahan dalam.

"Dalam sepak bola modern sangat penting memiliki bek yang mencetak gol," kata Fabregas.

"Arsenal memenangkan Premier League sebagian besar melalui gol dari pemain bertahan dan situasi bola mati."

"Jika kami bisa menambahkan hal itu dalam kemampuan kami, itu akan menjadi keuntungan," kata Fabregas pada media.

Kemenangan atas Parma menjadi salah satu contoh bagaimana pemain belakang Como dapat memberikan kontribusi langsung.

Jacobo Ramon dan Kaiki Bruno menjadi pencetak gol dalam pertandingan tersebut.

Performa Como yang terus meningkat ternyata tidak hanya bergantung pada keputusan Fabregas di pinggir lapangan.

Presiden Como, Mirwan Suwarso, sebelumnya mengungkapkan adanya sistem analisis yang digunakan klub dalam mempersiapkan setiap pertandingan.

Menurutnya, Fabregas secara rutin mempresentasikan rencana pertandingan kepada pemilik klub sebelum laga berlangsung.

Langkah tersebut membuat pihak pemilik dapat memahami rencana dan dinamika yang akan dihadapi tim.

Setelah pertandingan selesai, Fabregas kemudian membuat laporan lanjutan mengenai jalannya pertandingan.

Hasil aktual tersebut dibandingkan dengan prediksi yang dibuat sebelum laga.

Pada saat bersamaan, tim data Como juga melakukan analisis secara independen.

"Pada saat yang sama, tim data kami menyiapkan analisis independen mereka sendiri mengenai jalannya pertandingan dan di akhir hari kami membagikan datanya."

Mirwan memberikan contoh penggunaan expected goals atau XG dalam mengevaluasi penampilan tim.

"Misalnya, ketika kami bermain melawan blok rendah, kami bisa memperkirakan XG antara 0,80 dan 0,90. Jika pada akhir pertandingan kami mencapai 1,3 XG, bahkan jika kami bermain imbang 0-0, kami akan puas karena kami telah melampaui ekspektasi," kata Mirwan Suwarso.

Pendekatan tersebut memperlihatkan bagaimana Como mencoba menggabungkan keputusan teknis dengan analisis berbasis data.

Konsistensi Como kemudian membuat persaingan di papan atas Serie A semakin menarik.

Hingga pekan keempat, I Lariani mengumpulkan 10 poin dan berada di sekitar posisi tiga besar bersama sejumlah klub elite Italia.

Como juga sudah menunjukkan kemampuannya menghadapi lawan dengan reputasi besar.

Salah satu hasil penting datang ketika mereka mampu meraih kemenangan atas Napoli di kandangnya.

Performa tersebut kemudian berlanjut di kompetisi Eropa.

Pada debutnya di Liga Champions, Como membuat kejutan dengan menghantam RB Leipzig 4-1.

Rentetan hasil tersebut membuat Como mulai dilihat sebagai tim yang mampu mengganggu dominasi klub-klub mapan Serie A.

Inter Milan tetap menjadi salah satu kekuatan utama dalam persaingan papan atas.

Namun, konsistensi Como membuat tim asuhan Fabregas tidak bisa lagi dianggap sebagai sekadar penghias klasemen.

Kemenangan atas Napoli, catatan tak terkalahkan di Serie A, serta kemenangan telak atas Leipzig menunjukkan bahwa Como memiliki kemampuan menghadapi lawan dari level berbeda.

Performa itu pula yang membuat kebangkitan I Lariani menjadi salah satu cerita menarik dalam perjalanan Serie A dan Liga Champions musim ini.

Dengan jadwal tiga kompetisi yang masih panjang, kemampuan Fabregas menjaga kebugaran, melakukan rotasi, serta memanfaatkan data akan terus diuji.