Evolusi Como Ala Fabregas Bikin Roma dan Inter Waspada: Klub Italia Panik Hadapi Tim Djarum
- Como
Siap – Como 1907 terus menunjukkan trend positifnya di kompetisi Serie A musim ini. Setelah menaklukan Parma dengan skor 2-1, kini klub Bos Djarum menjadi ancaman nyata tim elit Italia dan Eropa.
Dikutip dari kanal YouTube Soccer Talk9, setelah sukses menumbangkan Parma dengan skor 2-1, Cesc Fabregas mengungkap rahasia di balik perkembangan luar biasa timnya.
Nah usut punya usut, pelatih asal Spanyol itu justru menjadikan mantan klubnya Arsenal sebagai salah satu sumber inspirasi.
Lantas apa yang sebenarnya dipelajari Fabregas dari Arsenal hingga mampu membawa klub berjuluk I Lariani itu tampil semakin kompetitif? Berikut ulasannya.
Klub milik Hartono bersaudara alias Bos Djarum, yakni Como 1907 telah berhasil meraih kemenangan penting atas Parma pada Senin, 14 September 2026.
Fabregas menilai hasil itu menjadi respons positif setelah timnya menjalani laga bersejarah di Liga Champions.
Laga kontra Parma juga menjadi pertandingan kandang pertama Como di Serie A musim ini.
Mereka sebelumnya harus menjalani tiga laga awal di luar kandang karena Stadio Giuseppe Sinigaglia sedang direnovasi agar memenuhi standar UEFA.
Fabregas puas melihat respons anak asuhnya setelah pertandingan Liga Champions yang menguras energi.
"Beberapa pemain sangat kelelahan, jadi kami melakukan sejumlah perubahan. Saya menyukai cara para pemain yang masuk dari bangku cadangan memberikan dampat," kata Fabregas dalam konferensi pers.
Pria asal Spanyol itu bahkan menganggap hasil atas Parma sebagai salah satu kemenangan penting dalam karirnya sebagai pelatih.
"Ini kemenangan penting bagi saya sebagai pelatih karena saya mulai menyadari tim seperti apa yang bisa kami bentuk," tuturnya.
Menurut Fabregas, Como harus beradaptasi dengan berbagai dinamika baru pada musim ini.
Salah satunya adalah menghadapi jadwal padat setelah tampil di kompetisi Eropa. Fabregas juga memberikan perhatian khusus kepada Kaiki, pemain yang mencetak gol kedua untuk Lariani.
Dalam pertandingan tersebut. bek asal Brasil itu dinilai memiliki kualitas yang dapat membantu Como berkembang.
Fabregas berharap Kaiki bisa semakin menyatu dengan sistem permainan klub dan memberikan kontribusi sesuai yang diharapkan.
Menariknya, Fabregas mengaku terinspirasi oleh kesuksesan Arsenal, klub yang pernah dibelanya sebagai pemain.
Fabregas mengungkapkan bahwa ia menjadikan mantan klubnya Arsenal sebagai inspirasi saat terus membentuk Komo menjadi kekuatan kompetitif di Serie A.
Setelah kemenangan 2-1 yang diraih dengan susah payah atas Parma, Fabregas menyoroti bagaimana evolusi taktik Arsenal telah memberi cetak biru bagi ambisinya sendiri di Italia.
Sebagai pelatih, Fabregas yakin timnya akhirnya mulai menunjukkan sekilas potensi sebenarnya setelah pekan yang sukses yang juga mencakup debut persejarah di Liga Champions.
Kemenangan atas Parma memperpanjang awal musim klub Bos Djarum sebagai tim yang impresif dengan mempertahankan catatan tak terkalahkan.
Yakni berupa tiga kemenangan, dan satu hasil imbang dari empat pertandingan pembuka.
Saat ini mereka menempati peringkat ketiga klasemen Serie A dengan raihan 10 poin.
Elemen sentral dari pendekatan taktis Fabregas adalah kontribusi para pemain bertahan terhadap gol tim.
Sebuah karakteristik yang ia kaitkan dengan Arsenal. Fabreges menjelaskan lebih lanjut filosofi ini dengan menyebut mantan timnya sebagai contoh utama yang harus diikuti para pemain.
"Dalam sepak bola modern sangat penting memiliki bek yang mencetat gol," ujarnya.
Arsenal menjuarai Premier League sebagian besar berkat gol dari para bek dan dari situasi bola mati.
"Jika kami menambahkan ini ke kemampuan kami, maka itu menjadi sebuah keuntungan."
Ancaman Nyata di Serie A
Dengan tambahan 3 poin dari Parma membawa Lariani mengumpulkan 10 poin sekaligus menempatkan mereka di posisi ketiga klasemen sementara.
Mereka hanya tertinggal dari AS Roma dan Inter Milan.
Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini menilai Inter Milan dan Como adalah saingan utama timnya di Serie A.
Inter jadi favorit utama juara, dengan Lariani mulai dekati levelnya. AS Roma juga meraih kemenangan 2-0 di kandang Torino.
Kemenangan ini membawa I Lupi ke puncak klasemen Serie A dengan raihan 12 poin.
Srigala Ibu Kota mencatatkan rekor sempurna di empat laga awal musim ini. Poin Roma sama dengan Inter Milan di urutan kedua.
Namun Roma unggul selisih gol, sedangkan Como membuntuti dua tim teratas ini dengan 10 poin di posisi ketiga.
"Jelas sekali bahwa Inter adalah tolak ukur di liga ini. Mereka tim kuat yang dianggap semua orang sebagai yang terbaik di Italia. Meskipun menurut saya Como mulai mendekati level tersebut," katanya.
"Ini adalah kesempatan bagi kami untuk menguji kemampuan melawan tim terbaik dan menunjukkan bahwa kami bisa tampil lebih baik dibandingkan penampingan-penampilan terakhir kami," sambungnya.
Pekan depan, Roma akan menjamu Inter di Olimpico Roma, 19 September 2026.
Laga ini bakal krusial dalam perebutan posisi puncak klasemen.
Sementara itu, klub Bos Djarum sendiri akan melawat ke kandang Frosinone Calcio pada Minggu, 20 September 2026.
Ini akan menjadi momentum buat tim asuhan Fabregas untuk setidaknya berada di posisi runner up, jika berhasil mengalahkan tim tuan rumah tersebut.
Lariani sedang menunjukkan bahwa mereka bukan sekedar tim yang mampu memberikan kejutan.
Performa positif secara beruntun menjadi indikasi bahwa skuad Fabregas semakin matang dalam menghadapi kompetisi.
Bagi Fabregas, kemenangan tersebut menjadi tambahan penting dalam perjalanan karirnya sebagai pelatih.
Ia terus mendapatkan pengalaman berharga dalam menangani klub di kompetisi papan atas Italia.
Dengan hasil positif tersebut, klub Bos Djarum itu semakin percaya diri menata pertandingan berikutnya.
Fabregas dan anak asuhnya kini berusaha mempertahankan momentum agar tetap bersaing di papan atas Serie A.