Ketika Sederet Raksasa Serie A Italia Takjub Djarum Bangun Stadion Como Hanya 2 Bulan, Kok Bisa?
- Istimewa
Siap – Como 1907 secara resmi mencetak sejarah lolos ke Liga Champions UEFA untuk pertama kalinya sepanjang perjalanan klub tersebut.
Adapun tiket untuk berkompetisi di kancah Eropa ini didapat setelah klub milik Bos Djarum itu finis di posisi empat besar klasemen akhir Serie A musim 2025/2026.
Kepastian itu diraih setelah mengalahkan Cremonese 4-1 di pekan terakhir.
Disitat dari kanal YouTube GL NEWS - Spotlight, setelah memastikan satu tiket ke Liga Champions Eropa, klub berjuluk I Lariani itu langsung membuat transfer besar-besaran.
Selain mendatangkan para pemain bintang, Como juga membenahi beberapa fasilitas mereka, termasuk menambah kapasitas tribun penonton yang tadinya hanya bisa menampung sekitar 7.000 kini menjadi 12.000 atau hampir dua kali lipatnya.
Menariknya lagi, mereka kerjakan proyek besar itu hanya kurang dari 2 bulan.
Sebelumnya Lariani sempat mendekam di kasta terbawah Serie D dan bergelut dengan krisis keuangan.
Namun kini klub yang bermarkas di Stadion Giuseppe Sinigaglia tersebut bertransformasi menjadi salah satu proyek paling menarik di sepak bola Italia.
Ambisi Bos Djarum Getarkan Italia
Di balik kesuksesan Como 1907, ada peran Djarum Grup milik Hartono bersaudara sebagai pemilik modal.
Kendati demikian, pengelolaan operasional dan arah strategis klub tidak dipegang langsung oleh Hartono bersaudara, melainkan didelegasikan kepada seorang figur asal Indonesia, Mirwan Suwarso yang menjabat sebagai presiden klub.
Kini, berkat kerja keras serta kecerdasan dari pengusaha Indonesia membuat Lariani benar-benar mendapatkan respek dari sejumlah pengusaha di Italia.
Pasalnya, merenovasi atau membangun stadion di negeri Pizza itu adalah mimpi buruk birokrasi.
Tanya saja pada AC Milan, Inter Milan atau AS Roma, berpuluh-puluh tahun mereka merencanakan stadion baru, namun selalu tersangkut izin pemerintah lokal, protes warga hingga aturan cagar budaya yang teramat ketat di Italia.
Menggeser satu batu saja di bangunan bersejarah, butuh izin yang memakan waktu bertahun-tahun. Apalagi Stadion Giuseppe Sinigaglia milik Como.
Stadion Como 1907 yang diakuisisi Djarum Grup
- Istimewa
Stadion ini berdiri sejak tahun 1927 berada persis di pinggir Danau Como yang menjadi icon pariwisata dunia. Secara hukum dan regulasi kawasan ini sangat sensitif.