Usai Runtuhkan Dominasi Raksasa Italia, Kini Djarum Bawa Como Tundukkan UEFA
- Istimewa
Siap – Como 1907, klub milik pengusaha asal Indonesia, Hartono bersaudara alias Bos Djarum, berhasil menjadi tim kuda hitam di Serie A Italia.
Yap, setelah sukses mengunci poin di posisi ke-empat klasemen, kini klub berjuluk I Lariani itu akan berlaga di Liga Champions UEFA untuk musim 2026/2027.
Lantas benarkah Lariani menjadi klub paling royal sekaligus terberani menantang UEFA?
Dikutip dari kanal YouTube GL Report, siapa sangka klub yang 7 tahun lalu masih bermain di Serie D sekarang justru menjadi salah satu tim paling royal di Italia.
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, Como 1907 sudah menghabiskan sekitar 342 jutao untuk membeli pemain.
Nilai itu hanya kalah dari Juventus, AC Milan, dan Napoli.
Lebih mengejutkan lagi, mereka baru saja memecahkan rekor transfer klub dengan menembus Nico Paz dari Real Madrid senilai total 60 juta euro atau setara sekira Rp1,22 triliun.
Nah yang membuat banyak orang bertanya bukan sekedar besarnya uang yang dikeluarkan.
Lariani melakukan semua itu ketika mereka tahu mulai musim 2026 sampai 2027 akan berbeda di bawah pengawasan UEFA melalui aturan finansial fairplay.
Namun Presiden Como, Mirwan Suwarso justru menanggapi santai.
"Tapi saya memberitahu mereka, jangan berhesitasi untuk menemukan kami. Jika kita berada di Eropa, kami menjadi anggota yang baik dari asosiasi."
Kalimat itu langsung memicu perdebatan. Apakah Lariani benar-benar berani menantang UEFA atau sebenarnya Djarum Grup sudah menghitung seluruh risikonya sejak awal?
Jawabannya ternyata jauh lebih mengejutkan. Karena proyek yang sedang dibangun keluarga Hartono bersaudara ternyata bukan sekedar membeli pemain mahal atau mengejar trofi Serie A.
Mereka sedang mencoba mengubah cara sebuah klub sepak bola dijalankan.
Dari bisnis, teknologi, pariwisata, hingga investasi startup, semuanya disatukan dalam satu ekosistem yang belum pernah ada sebelumnya di Italia.
Jika berhasil, Como bukan hanya menjadi kekuatan baru di Serie A, tetapi bisa menjadi cetak biru baru sepak bola Eropa.
Kebangkitan Lariani bukan lagi cerita romantis klub kecil yang naik kasta. Ini sudah menjadi proyek finansial paling agresif di Italia.