Wacana Dua Kewarganegaraan Muncul, Masa Depan Timnas Indonesia Bisa Berubah?
- Instagram/jayidzes
Siap – Wacana kewarganegaraan ganda terbatas yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto berpotensi membuka jalan baru bagi Timnas Indonesia untuk mempertahankan talenta-talenta terbaik yang berkarier di luar negeri, termasuk para pesepak bola profesional.
Usulan tersebut disampaikan Prabowo dalam Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR RI saat membacakan Keterangan Pemerintah atas RUU APBN 2027 di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo meminta DPR mempertimbangkan pemberian kewarganegaraan ganda secara terbatas bagi talenta tertentu yang dinilai dibutuhkan untuk kepentingan bangsa.
"Hari ini saya sampaikan ke Dewan, saran Pemerintah Indonesia, saran kami untuk kita izinkan dwi kewarganegaraan bagi talenta-talenta tertentu yang dibutuhkan oleh bangsa Indonesia," terang Prabowo.
Presiden menjelaskan bahwa Indonesia memiliki jutaan diaspora yang kini menetap dan bekerja di berbagai negara.
Mereka berasal dari beragam bidang, mulai dari ilmuwan, dokter, insinyur hingga profesional di sektor kecerdasan buatan.
Prabowo juga memberikan perhatian khusus kepada para atlet yang berkarier di luar negeri.
Pesepak bola profesional yang memiliki kualitas internasional menjadi salah satu kelompok yang dinilai dapat memperoleh manfaat dari kebijakan tersebut.
Gagasan tersebut kemudian mendapat perhatian dari pengamat sepak bola nasional Mohamad Kusnaeni.
Menurutnya, penerapan kewarganegaraan ganda terbatas dapat memberikan keuntungan bagi perkembangan olahraga Indonesia, tetapi pemerintah harus memastikan aturan tersebut tidak menimbulkan persoalan baru.
"Menurut saya, rencana kebijakan kewarganegaraan ganda memang harus diambil dengan hati-hati karena ada sisi untung dan rugi, meski untungnya lebih banyak termasuk untuk pembangunan olahraga Indonesia," ungkap Kusnaeni dikutip Sabtu, 15 Agustus 2026.
Kusnaeni melihat kebijakan kewarganegaraan ganda sebenarnya bukan sesuatu yang asing dalam dunia olahraga internasional.
Sejumlah negara telah menerapkan skema serupa sehingga atlet atau pemain keturunan memiliki kesempatan untuk tetap mempertahankan hubungan kewarganegaraan dengan negara asalnya.
Ia mengambil contoh pemain asal Maroko yang memiliki kewarganegaraan Maroko dan Prancis.
Fenomena pemain diaspora Inggris yang memperkuat negara-negara yang memiliki hubungan sejarah dengan Inggris juga disebut sebagai gambaran bagaimana status kewarganegaraan dapat berperan dalam dunia olahraga.