John Herdman Dibuat Pusing, Ternyata Ini yang Bikin Timnas Indonesia Kehilangan Taji
- Tangkapan Layar YouTube Timnas Indonesia
Siap – Performa Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 memunculkan sejumlah pertanyaan besar mengenai arah permainan skuad Garuda di bawah kepemimpinan John Herdman.
Target menjadi salah satu kandidat juara justru berakhir dengan kegagalan menembus semifinal.
Dikutip dari kanal YouTube Starting Eleven Momen pada Senin, 10 Agustus 2026, hasil tersebut tidak hanya dikaitkan dengan kualitas pemain yang tersedia.
Perubahan pendekatan permainan selama turnamen juga menjadi salah satu faktor yang dinilai membuat Indonesia kehilangan karakter permainan yang sebelumnya mulai terlihat.
Perbedaan mencolok tampak ketika membandingkan penampilan Indonesia di FIFA Series dengan performa mereka selama Piala AFF 2026.
Dalam pertandingan sebelumnya, Timnas Indonesia dinilai mampu memainkan sepak bola yang lebih agresif dan dinamis.
Sirkulasi bola berlangsung cepat, tekanan terhadap lawan dilakukan lebih intens, sementara serangan tidak hanya bergantung kepada satu pemain.
Namun, karakter tersebut justru sulit ditemukan selama Piala AFF 2026.
Permainan Indonesia cenderung lebih mudah ditebak karena sering mengandalkan bola panjang dan umpan silang dari sektor sayap.
Pola tersebut membuat lawan memiliki waktu untuk membaca arah serangan sekaligus mempersiapkan pertahanan di area yang menjadi sasaran umpan.
Situasi itu tidak terlepas dari keterbatasan pemain yang dibawa Herdman ke turnamen ASEAN tersebut.
Sejumlah pemain penting yang sebelumnya menjadi bagian dari kerangka utama Timnas Indonesia tidak dapat bergabung.
Nama seperti Jay Idzes, Kevin Diks, dan Maarten Paes menjadi beberapa pemain yang tidak tersedia bagi Herdman.
Absennya mereka membuat pelatih asal Inggris tersebut harus mengubah komposisi skuad secara signifikan.
Sebagian besar pemain yang tampil di Piala AFF berasal dari kompetisi domestik.
Kondisi tersebut membuat Herdman harus menyesuaikan pendekatan taktikal dengan karakter pemain yang tersedia.
Perbedaan pengalaman juga menjadi salah satu faktor yang dinilai memengaruhi penampilan Indonesia.
Para pemain yang terbiasa tampil di kompetisi Eropa memiliki pengalaman menghadapi pertandingan dengan tempo tinggi dan tuntutan pressing yang lebih konsisten.
Ketika pola permainan dengan intensitas tinggi diterapkan oleh komposisi pemain yang berbeda, koordinasi antarlini belum sepenuhnya berjalan sesuai harapan.