Terkuak,Ternyata Ini Penyebab Kegagalan Tragis Garuda di Piala AFF 2026, Blunder Konyol hingga Krisis Mentalitas?
- Istimewa
Siap –Peluang Timnas Indonesia untuk melangkah lebih jauh di ajang Piala AFF 2026 akhirnya sirna secara dramatis.
Hasil imbang 1-1 saat menghadapi Singapura memastikannya: skuad Garuda harus angkat koper lebih awal, sementara tim lawan berhak melenggang ke babak semifinal.
Merespons hasil mengecewakan tersebut, pengamat sepak bola nasional, Bung Ropan, menilai kegagalan Indonesia meraih kemenangan tidak lepas dari kesalahan koordinasi di lini pertahanan.
Ia secara khusus menyoroti proses terjadinya gol penyama kedudukan Singapura yang dinilai berawal dari buruknya komunikasi antara penjaga gawang dan pemain belakang.
"Ilhan Fandi mampun menyamakan kedudukan dan ini merupakan gol yang menjadi kebodohan dari pemain-pemain belakang kita, tidak ada koordinasi sama sekali, tidak ada komunikasi ya, sehingga gol itu tercipta dengan sangat mudah," ungkap Bung Ropan seperti dilansir VIVA.
"Perebutan antara Cahya Supriadi yang sebenarnya tampil oke di babak pertama, juga dengan kapten Rizky Ridho, sehingga lahirlah gol penyama kedudukan," tuturnya menambahkan.
Menurut Bung Ropan, Singapura sebenarnya tidak menunjukkan permainan yang terlalu istimewa.
Bahkan, statistik pertandingan mencatat bahwa peluang yang mereka dapatkan sepanjang laga pun tidak terlalu banyak.
Namun, Indonesia dinilai gagal memanfaatkan peluang yang tersedia dan tidak mampu menyelesaikan sejumlah kesempatan dengan baik.
"Jadi penyelesaian akhir yang menjadi masalah bagi kita, wasit yang memimpin bisa kita juga perdebatkan, memang ada kesalahan juga," ujarnya.
Selain masalah internal tim, Bung Ropan juga menyinggung keputusan wasit dalam pertandingan tersebut, terutama insiden yang melibatkan Ivar Jenner dan Song Ui-young.
Kepemimpinan wasit di lapangan sempat memicu kontroversi hebat yang mengubah dinamika pertandingan.
Song Ui-young sempat mendapatkan kartu kuning kedua setelah terlibat perselisihan dengan Ivar Jenner.
Jika kartu tersebut tetap berlaku, pemain Singapura itu seharusnya meninggalkan pertandingan.
Song bahkan sempat berjalan meninggalkan lapangan.
Namun, wasit kemudian melakukan peninjauan melalui VAR dan membatalkan kartu yang diberikan kepada kedua pemain tersebut.
Keputusan itu membuat Song Ui-young kembali ke lapangan dan melanjutkan pertandingan.
Kendati demikian, di luar persoalan wasit, Bung Ropan menilai masalah terbesar Indonesia justru terletak pada kreativitas dan mentalitas para pemain di lapangan.