Menohok! John Herdman "Dikuliti" Media Vietnam, Percaya Diri yang Berlebihan Berujung Kalah Telak 0-3!
- Istimewa
Siap –Rivalitas sengit antara Timnas Indonesia dan Vietnam di kancah sepak bola Asia Tenggara kembali memanas.
Kali ini, sorotan tidak hanya tertuju pada hasil akhir di lapangan, tetapi juga mengarah pada tindakan pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman.
Duel sengit di Stadion Pakansari, Cibinong, pada Senin (3/8), Timnas Indonesia secara mengejutkan ditundukkan Vietnam dengan skor telak 0-3 di hadapan puluhan ribu suporter tuan rumah.
Kekalahan ini membuat posisi Timnas tergusur dari puncak klasemen Grup A Piala AFF 2026.
Namun, drama tidak berhenti setelah peluit panjang berbunyi. Pembahasan di luar lapangan justru makin hangat, terutama mengenai cara kepemimpinan John Herdman yang dinilai memandang remeh lawan.
Sepanjang hari Selasa (4/8), media ternama asal Vietnam, ZNews, menjadikan juru taktik asal Inggris tersebut sebagai laporan utama di laman mereka.
“Kekalahan 0-3 melawan Vietnam di Piala ASEAN 2026 tidak hanya membuat Indonesia kehilangan posisi puncak Grup A, tetapi juga menjadi peringatan bagi pelatih John Herdman,“ tulis headline media Vietnam, ZNews.
ZNews menilai, Herdman yang belum berpengalaman melatih di kawasan Asia Tenggara terlalu percaya diri menghadapi kekuatan juara bertahan.
“Setelah masa bulan madu sejak menjabat, ahli strategi Inggris itu tampaknya telah meremehkan sepak bola Asia Tenggara, dan khususnya juara bertahan Vietnam,“ jelasnya.
Salah satu sorotan utama media tersebut mengarah pada keputusan tak biasa Herdman di awal laga.
Sang pelatih memilih berada di tribun penonton alih-alih mendampingi tim dari area teknis tepi lapangan.
“Mungkin itulah sebabnya ahli strategi Inggris itu memasuki pertandingan melawan Vietnam dengan kepercayaan diri yang berlebihan,“ katanya.
“Gambaran yang paling mencolok sebelum kick-off adalah keputusan Herdman untuk tidak berdiri di area teknis tetapi duduk di tribun atas untuk mengamati pertandingan,“ lanjut media Vietnam itu.
Dalam sesi konferensi pers pascapertandingan, Herdman menyampaikan pengakuan secara terbuka terkait keunggulan permainan lawan.
Pernyataan tersebut turut dikutip oleh media lawan sebagai bentuk pembelajaran penting bagi sang pelatih.
“Setelah pertandingan, Herdman dengan jujur mengakui bahwa Vietnam secara taktik lebih unggul dan pantas menang. Ini adalah pengakuan yang berharga, karena setelah hanya 90 menit, ia memahami bahwa sepak bola Asia Tenggara tidak sesederhana yang ia pikirkan sebelumnya,“ jelasnya.