John Herdman Tak Main-Main, Timnas Indonesia Diprediksi Tampil Lebih Ganas Lawan Timor Leste
- Instagram/nadeowinataa
Siap – Timnas Indonesia diperkirakan akan melakukan sejumlah perubahan komposisi pemain saat menghadapi Timor Leste pada laga kedua Grup A Piala AFF 2026.
Langkah tersebut dinilai menjadi strategi pelatih John Herdman untuk menjaga kebugaran skuad di tengah padatnya jadwal pertandingan.
Pertandingan Indonesia kontra Timor Leste akan berlangsung di Chonburi Stadium, Thailand, pada Jumat, 31 Juli 2026.
Usai meraih kemenangan meyakinkan 5-1 atas Kamboja pada laga perdana, Herdman diprediksi mulai menerapkan rotasi pemain.
Dengan materi skuad yang cukup dalam, perubahan susunan pemain diyakini tidak akan mengurangi kekuatan Tim Garuda.
Sebaliknya, sejumlah pemain yang belum mendapat kesempatan tampil sejak menit pertama berpotensi dipercaya menjadi starter pada pertandingan kali ini.
Ragnar Oratmangoen menjadi salah satu nama yang diperkirakan masuk ke dalam starting XI.
Penyerang berusia 28 tahun itu dinilai mampu menambah kreativitas serangan sekaligus memberikan dukungan bagi Mitchell Baker yang sedang berada dalam performa terbaiknya setelah mencetak hattrick ke gawang Kamboja.
Selain Ragnar, Jordi Amat juga berpeluang kembali mengisi lini pertahanan.
Pengalaman bek senior tersebut diharapkan mampu menjaga keseimbangan lini belakang bersama Rizky Ridho dan Sandy Walsh dalam skema tiga bek.
Di sektor depan, Egy Maulana Vikri juga disebut memiliki peluang besar tampil sejak awal pertandingan.
Kehadirannya diharapkan memberikan variasi serangan sekaligus membuka ruang bagi Thom Haye untuk lebih leluasa mengatur permainan dari lini tengah.
John Herdman sebelumnya memang telah mengisyaratkan bahwa rotasi pemain menjadi bagian dari strategi yang disiapkannya sepanjang turnamen.
"Saya akan mulai dari soal rotasi karena ini adalah sepak bola turnamen. Kami memiliki pemain-pemain yang masih berada di masa pramusim. Turnamen ini bagi mereka seperti turnamen pramusim," ungkap Herdman dikutip Kamis, 30 Juli 2026.
Pelatih asal Kanada tersebut menjelaskan bahwa kondisi fisik setiap pemain berbeda-beda sehingga membutuhkan penanganan yang disesuaikan.
Sebagian pemain baru pulih dari cedera, sementara lainnya belum memperoleh menit bermain yang cukup bersama klub masing-masing.
Karena itu, rotasi dianggap sebagai langkah penting untuk menjaga kebugaran sekaligus meningkatkan ritme pertandingan seluruh anggota skuad.