Thom Haye Kirim Sinyal Berbahaya ke Rival, Piala AFF 2026 Diprediksi Memanas
- Instagram/thomhaye
Siap – Ambisi besar Timnas Indonesia untuk merebut gelar Piala AFF 2026 mulai memicu perhatian negara pesaing.
Media asal Vietnam, Soha.vn, bahkan secara khusus menyoroti pernyataan gelandang Thom Haye yang dengan tegas menyatakan target utama Skuad Garuda adalah menjadi juara turnamen sepak bola paling bergengsi di Asia Tenggara tersebut.
Sorotan itu muncul karena Vietnam berstatus sebagai juara bertahan.
Menurut Soha.vn, pernyataan Thom Haye menunjukkan bahwa Indonesia datang bukan sekadar sebagai peserta, melainkan penantang serius yang siap mengakhiri dominasi rival-rivalnya.
Dalam ulasannya, Soha.vn menyebut ucapan pemain naturalisasi Timnas Indonesia tersebut sebagai bentuk tantangan tidak langsung kepada Vietnam menjelang dimulainya Piala AFF 2026.
“Pemain naturalisasi Indonesia secara tidak langsung 'menantang' Timnas Vietnam,” tulis Soha.vn dikutip Jum'at, 24 Juli 2026.
Media itu juga menilai Thom Haye memahami betul sejarah Indonesia yang hingga kini belum pernah mengangkat trofi Piala AFF sejak kompetisi tersebut pertama kali digelar.
“Gelandang naturalisasi Thom Haye paham Timnas Indonesia belum juara Piala AFF. Karena itu, ia bertekad mengakhiri penantian panjang Indonesia dengan meraih gelar juara Piala AFF 2026,” terangnya.
Bagi Thom Haye, edisi 2026 menjadi pengalaman pertamanya tampil di Piala AFF setelah resmi menjadi Warga Negara Indonesia pada 2024.
Meski baru menjalani debut di ajang tersebut, gelandang yang memiliki pengalaman panjang di kompetisi Belanda itu menegaskan dirinya datang dengan target tertinggi.
"Saya rasa sudah sangat jelas. Kami bermain untuk menang dan menjadi juara. Itulah fokus utama kami. Kami tidak ragu untuk mengatakannya. Kami sudah berkali-kali bermain di final, jadi tentu saja tujuan utama kami adalah meraih gelar juara," tutur Thom Haye.
Pernyataan tersebut mencerminkan perubahan mental Timnas Indonesia yang kini tidak lagi sekadar berbicara soal peluang lolos dari fase grup, melainkan secara terbuka membidik gelar juara.
Optimisme Thom Haye juga didasari catatan sejarah yang belum berpihak kepada Indonesia.
Sejak Piala AFF pertama kali digelar pada 1996, Garuda enam kali melaju ke partai final, tetapi selalu gagal membawa pulang trofi.