Apes, Masuk Final Tapi Heboh Petisi Messi Dkk di Diskualifikasi dari Pildun Tembus 16 Juta Lebih Tanda Tangan, Kok Bisa?
- Istimewa
Terlebih di era sepak bola modern, keberadaan teknologi video assistant referee (VAR) membuat manipulasi pertandingan menjadi hal yang sangat sulit diterima.
"Pada tahun 1986, mereka juga mengatakan bahwa Argentina mendapatkan keuntungan yang tidak adil. Ini bukanlah sesuatu yang baru bagi kami," ujar Scaloni santai.
Pihak penggagas petisi sendiri membeberkan beberapa poin dasar tuntutan mereka. Selain kepemimpinan wasit yang dianggap berat sebelah saat melawan Mesir, mereka menuduh FIFA sengaja mempertahankan Argentina agar daya tarik Lionel Messi tetap terjual hingga babak akhir.
Tak hanya itu, mereka juga menyoroti jalur penantang Argentina menuju semifinal yang dinilai relatif mudah.
Dalam petisi dituliskan bahwa Argentina menjadi satu-satunya tim dalam sejarah Piala Dunia yang melenggang ke semifinal tanpa sempat menghadapi satu pun lawan dari jajaran 10 besar peringkat FIFA.
Meski petisi ini terus menggelinding bak bola salju di internet, hingga kini FIFA masih memilih bungkam dan belum memberikan tanggapan resmi.
Tidak ada pula indikasi kuat bahwa badan sepak bola tertinggi di dunia itu akan menindaklanjuti tuntutan netizen tersebut.
Terlepas dari kontroversi yang ada, langkah kaki Argentina tidak terhentikan. Lionel Messi dan kolega dipastikan tetap tampil di partai final Piala Dunia 2026 untuk menghadapi Spanyol pada Senin (20/7/2026) mendatang di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat.