Apes, Masuk Final Tapi Heboh Petisi Messi Dkk di Diskualifikasi dari Pildun Tembus 16 Juta Lebih Tanda Tangan, Kok Bisa?
- Istimewa
Siap –Langkah Timnas Argentina menuju babak final Piala Dunia 2026 justru diwarnai oleh gelombang protes keras di dunia maya.
Sebuah petisi daring yang menyerukan agar Lionel Messi dkk didiskualifikasi mendadak viral dan telah mengumpulkan jutaan tanda tangan dari pencinta sepak bola di seluruh dunia.
Petisi tersebut diunggah melalui situs argentinaout.com. Hingga Jumat (17/7/2026) pagi, jumlah penandatangan dilaporkan telah menembus angka fantastis 16,5 juta orang.
Angka ini melonjak tajam dan jauh melampaui target awal yang dipasang pihak penggagas, yakni sebanyak lima juta tanda tangan.
Dalam narasi petisi tersebut, penggagas secara terbuka menuding FIFA dan perangkat pertandingan memberikan perlakuan istimewa kepada Timnas Argentina sepanjang turnamen bergengsi ini berlangsung.
"Jelas sekali bahwa FIFA dan para wasit memihak Lionel Messi dan Argentina. Mengapa negara-negara lain harus ikut bertanding jika pemenangnya sudah ditentukan? Keluarkan Argentina dari Piala Dunia dan berikan kesempatan yang adil kepada semua tim lainnya," demikian bunyi isi petisi tersebut.
Ketidakpuasan publik ini mencuat hebat setelah pertandingan babak 16 besar yang mempertemukan Argentina dengan Mesir.
Pada laga bertensi tinggi itu, Argentina berhasil membalikkan keadaan dan menang dramatis 3-2, meskipun mereka sempat tertinggal dua gol terlebih dahulu.
Sejumlah keputusan wasit dalam pertandingan tersebut langsung memicu perdebatan panas.
Pelatih Mesir, Hossam Hassan, bahkan secara terbuka melontarkan kritik tajam terhadap kepemimpinan pengadil lapangan yang dinilai merugikan timnya.
"Wasit tidak adil, Tuhan sudah cukup bagi saya dan dia adalah sebaik-baiknya pengatur segala urusan. Tapi [wasit] menyia-nyiakan perjuangan satu bangsa. Turnamen ini sudah diarahkan untuk Argentina," kata Hassan, dilansir dari Sky Sports.
Pernyataan emosional ini pun langsung viral di media sosial dan menjadi bahan bakar utama munculnya petisi boikot tersebut.
Menanggapi tudingan miring yang menyudutkan timnya, pelatih Argentina, Lionel Scaloni, langsung pasang badan.
Ia dengan tegas membantah anggapan bahwa Albiceleste mendapat bantuan wasit ataupun perlakuan khusus dari pihak FIFA.
Scaloni menilai rumor semacam ini bukan hal baru. Ia bahkan mengingatkan publik bahwa narasi serupa juga pernah berembus kencang ketika negaranya keluar sebagai juara Piala Dunia 1986 silam.