AS Pilih Hantam Infrastruktur Vital Iran, Ada Strategi Besar di Baliknya?
- Istimewa
Siap – Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat tajam setelah serangkaian serangan udara menghantam sejumlah fasilitas strategis di wilayah selatan Iran.
Infrastruktur penting di sekitar Bandar Abbas dilaporkan menjadi target dalam operasi militer terbaru AS.
Sementara Teheran langsung merespons dengan aksi balasan yang memperbesar risiko pecahnya konflik lebih luas di Timur Tengah.
Pada Kamis malam, 16 Juli 2026, serangan udara dilaporkan mengguncang Kota Bandar Abbas yang berada di dekat Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia.
Sejumlah fasilitas publik dan infrastruktur strategis menjadi sasaran, mulai dari bandara, jembatan hingga jaringan transportasi kereta api.
Media pemerintah Iran, IRIB, melaporkan sedikitnya tiga ledakan keras terdengar di sekitar kawasan bandara.
Salah satu rudal dilaporkan menghantam Bandara Iranshahr.
Serangan tersebut juga berdampak besar terhadap sistem logistik darat Iran setelah jalur transportasi kereta api mengalami gangguan.
"Beberapa menit yang lalu, Stasiun Persimpangan Kereta Api Bandar Abbas juga menjadi sasaran musuh Amerika. Menurut laporan ini, dua warga Iran terluka dalam serangan itu," lapor media Iran Mehr di Telegram, dikutip AFP.
Selain jalur kereta api, pemerintah daerah juga melaporkan dua jembatan utama di Provinsi Hormozgan mengalami kerusakan akibat serangan udara.
Insiden tersebut dilaporkan menyebabkan dua orang meninggal dunia, sementara empat lainnya mengalami luka-luka.
Sebelumnya, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi telah meluncurkan gelombang serangan terbaru pada Kamis malam.
Washington menyatakan operasi itu bertujuan mengurangi kemampuan militer Iran secara bertahap melalui serangan terhadap sejumlah target strategis.
Dengan operasi terbaru tersebut, AS tercatat telah melancarkan serangan udara ke wilayah Iran selama enam hari berturut-turut.
Situasi semakin memanas setelah televisi pemerintah Iran melaporkan dua ledakan juga terjadi di Kota Bushehr, lokasi berdirinya satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir sipil milik Iran.
Pemerintah Iran mengecam keras insiden tersebut dan menyebutnya sebagai "kelanjutan agresi musuh Amerika", di tengah munculnya serangkaian ledakan lain di Bandar Abbas yang penyebab pastinya masih belum diketahui.