Geger, Piala AFF Sudah di Depan Mata, John Herdman Malah Dilema, Kok bIsa?
- Istimewa
Lepas 24 Pemain Menuju Tahap Kedua Masuk ke fase berikutnya, tensi persaingan dipastikan makin memanas.
John Herdman mengisyaratkan bakal mencoret setidaknya 24 pemain menjelang TC tahap kedua.
Artinya, skuad Garuda hanya akan menyisakan 26 nama terbaik yang kemungkinan besar menjadi kerangka utama untuk Piala AFF 2026.
"Kami akan memulai fase kedua. Selama masa itu, kami akan mengevaluasi pemain yang ada saat ini sekaligus menilai beberapa pemain lain yang juga masuk dalam pertimbangan kami," jelas John Herdman.
Ia menambahkan, keputusan krusial ini akan segera diumumkan.
"Setelah itu, kami akan menetapkan daftar pemain untuk fase kedua. Kemungkinan keputusan itu akan diambil pada hari Senin atau Selasa di Indonesia," imbuh pelatih berusia 50 tahun tersebut.
Nasib Berbeda Luke Vickery dan Mitchell Baker
Di tengah riuhnya seleksi, perhatian publik tertuju pada nasib dua pemain keturunan, Luke Vickery dan Mitchell Baker.
Keduanya mengalami situasi yang bertolak belakang. Bintang muda berusia 20 tahun, Luke Vickery, dipastikan batal membela Merah Putih di Piala AFF 2026 karena tidak mendapatkan lampu hijau dari klubnya di luar negeri, meski proses naturalisasinya sedang berjalan.
"Sebenarnya ada beberapa pemain di luar negeri yang ingin kami panggil, tapi saya sedikit kecewa karena klub mereka tidak bersedia melepas pemain, padahal sekarang masih berada dalam satu situasi pra-musim," ucap Herdman.
"Sebagai contoh Luke Vickery, turnamen ini sebenarnya akan menjadi kesempatan yang sangat baik baginya untuk mendapatkan pengalaman internasional. Tetapi sayangnya klubnya tidak memberikan izin," sambung sang pelatih dengan nada kecewa.
Berbanding terbalik dengan Vickery, angin segar justru berembus dari Mitchell Baker. Penyerang tajam ini berpeluang besar segera mengenakan jersei Garuda.
Melalui unggahan cerita (story) di media sosial pribadinya baru-baru ini, Baker diketahui sudah mendarat di Jakarta. Kehadirannya di ibu kota disinyalir kuat untuk menjalani prosesi sumpah WNI.
Langkah ini sangat logis, sebab jika ia hanya diagendakan ikut latihan, Baker seharusnya langsung menuju Bali.
Dengan rampungnya proses ini, mimpi Baker untuk membela Timnas Indonesia sekaligus membanggakan sang ibu yang memiliki darah keturunan Indonesia akan segera menjadi kenyataan.