Menakar Kekuatan Spanyol di Babak Semi Final Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente Punya Satu PR Besar?
- Istimewa
Siap –Piala Dunia 2026 penuh dengan drama dan kejutan yang tak pernah dapat ditebak, dari mulai tim favorit yang angkat koper lebih cepat hingga beragam kontroversi dalam pertandingan.
Nah terlepas dari itu, kini Piala Dunia 2026 telah memasuki fase semifinal dan empat tim penguasa jajaran tertinggi ranking FIFA siap bertarung untuk memperebutkan tiket puncak tahta tertinggi sepak bola dunia.
Keempat tim tersebut adalah Spanyol, Inggris, Prancis dan Argentina.
Dari keempat tim tersebut banyak pihak yang memprediksi tetangga siapa yang layak untuk menjuarai Piala Dunia kali ini.
Salah satunya adalah Spanyol, tim ini disebut sebut merupakan salah satu skuad yang digadang gadang sebagai kandidat untuk mengangkat trofi Piala Dunia 2026.
Pasalnya, Tim asuhan Luis de la Fuente memperlihatkan keseimbangan permainan yang membuat mereka sulit ditaklukkan oleh tim lawan mana pun.
Bahkan, perjalanan Spanyol hingga babak delapan besar memperlihatkan konsistensi yang mengesankan.
Mereka bermain imbang tanpa gol melawan Cape Verde sebelum mengalahkan Arab Saudi, Uruguay, Austria, Portugal, dan Belgia.
Dilansir dari laporan Sporting News, Pertahanan menjadi fondasi utama keberhasilan Spanyol sepanjang turnamen.
Tim Matador bahkan mencatat enam clean sheet beruntun, rekor baru dalam sejarah Piala Dunia sebelum akhirnya kebobolan saat menghadapi Belgia.
Meski demikian, produktivitas lini depan masih menjadi pekerjaan rumah.
Kondisi Lamine Yamal dan Nico Williams yang belum mencapai kebugaran penuh membuat daya ledak serangan belum tampil maksimal.
Fakta ini menjadi sorotan tajam karena kedua wonderkid ini adalah motor serangan utama La Roja selama setahun terakhir.
Kekuatan terbesar Spanyol terletak pada organisasi permainan yang sangat disiplin.
Setiap pemain memahami tugas masing-masing sehingga lini belakang tetap solid saat menghadapi tekanan lawan.
Luis de la Fuente membangun sistem yang mengutamakan kestabilan pertahanan tanpa mengorbankan penguasaan bola.
Pendekatan tersebut membuat lawan kesulitan menciptakan peluang bersih di depan gawang Unai Simon.
Lini tengah juga menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan permainan.
Rodri tampil mendekati performa terbaiknya, sementara Pedri dan Dani Olmo berperan mengatur ritme sejak fase membangun serangan.