Hakimi dan Mbappe Jadi Sorotan, Maroko Ingin Balas Kekalahan dari Prancis Ketika Kembali Bertemu di Piala Dunia
- Siap.viva/AFP
Siap – Maroko ingin membalas kekalahannya atas Prancis ketika kedua tim bersua Prancis di laga perempat final Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Stadion Boston, Jumat (10/7/2026) dini hari WIB.
Tim berjuluk Singa Atlas pernah dikalahkan Prancis 2-0 di semifinal Piala Dunia 2022 Qatar. Empat tahun berlalu, Maroko dan Prancis kembali bertemu, namun kali ini di laga perempat final Piala Dunia 2026.
"Ini adalah pertandingan yang ingin diikuti setiap pemain dan saya siap. Saya merasa percaya diri menjelang pertandingan besok dan saya tahu kami akan memberikan yang terbaik,” kata playmaker Maroko, Brahim Diaz dilansir laman resmi FIFA, Kamis (9/7/2026).
Tentang pemain Maroko, Achraf Hakimi, yang notabene sahabat dekat kapten Prancis, Kylian Mbappe, yang jadi pusat perhatian di laga ini, Diaz mengaku sangat mengagumi rekan setimnya itu.
“Saya sangat mengaguminya. Dia kapten kami dan bek kanan terbaik di dunia,” kata Diaz tentang Hakimi yang merupakan kapten dari Maroko.
Hakimi-lah yang mendorong Diaz untuk merayakan kemenangan dengan gembira bersama para pendukung Maroko setelah kemenangan babak 16 besar atas Kanada, di mana gelandang serang itu mencatatkan dua assist.
Besok, kata Diaz, Marokoc akan menghadapi salah satu tim favorit, tetapi keberadaan timnya di perempat final karena mampu bersaing dengan Prancis.
"Kami juga termasuk di antara para kandidat juara. Kami ingin menang besok. Kami akan memberikan semua yang kami miliki dan tampil sebaik mungkin. Rekan-rekan setim saya membuat segalanya lebih mudah karena kami adalah kelompok yang solid,” kata Díaz.
Sementara itu, pelatih Maroko, Mohamed Ouahbi, menegaskan timnya tengah percaya diri jelang menghadapi Prancis. Menurut Ouahbi, pragmatisme akan sangat penting melawan Prancis yang belum terkalahkan di Piala Dunia 2026. “Semangat tim kami luar biasa,” katanya.
“Saya merasa itulah yang membuat perbedaan di saat-saat sulit. Saya rasa ini bukan hanya tentang pengalaman. Kita telah melihat tim-tim berpengalaman tersingkir di sepanjang turnamen. Suasananya akan sangat positif untuk bermain,” tambah Ouahbi.