Misteri Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Akhirnya Terjawab, Kendali Rahasia dari Balik Layar?

Potret ilustrasi Mojtaba Khamenei Pemimpin Tertinggi Iran
Sumber :
  • Istimewa

Siap –Misteri keberadaan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Hosseini Khamenei akhirnya mulai terungkap jelas ke publik.

img_title Trump Klaim Selat Hormuz Akan Masuk Wilayah AS, Begini Jawaban Menohok Iran

Sejak diangkat sebagai pemimpin tertinggi Republik Islam pada awal Maret 2026, Mojtaba memang belum pernah terlihat sama sekali di ruang publik.

Bahkan, ia juga tidak hadir di upacara pemakaman sang ayah, Ayatollah Ali Khamenei dengan alasan keselamatan yang sangat krusial.

img_title Washington Kembali Tekan Iran, Teheran Justru Kirim Sinyal Keras soal Selat Hormuz

Kondisi penuh teka-teki ini sempat memicu berbagai spekulasi liar mengenai keberadaan serta kondisi kesehatannya.

Namun baru-baru ini, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio mengklaim bahwa Mojtaba dipastikan masih hidup.

img_title 75 Persen Stok Rudal Iran Masih Utuh Buat Perang, AS Gigit Jari

Menurut Rubio, putra mendiang Ayatollah itu tetap memimpin roda pemerintahan Iran meski tak pernah memunculkan batang hidungnya di hadapan publik.

Pernyataan penting itu disampaikan oleh Rubio saat memberikan kesaksian resmi di hadapan Komite Hubungan Luar Negeri Senat Amerika Serikat.

Kendali Rahasia dari Balik Layar

Dalam kesaksiannya, Rubio juga mengatakan bahwa Mojtaba Khamenei masih memegang kendali penuh atas pemerintahan Republik Islam.

Ia disebut-sebut semakin aktif mengambil keputusan strategis, meskipun seluruh jalur komunikasi dilakukan melalui pesan tertulis dan jaringan para perantara khusus.

Di sisi lain, Rubio menilai sistem pengambilan keputusan di Teheran saat ini masih sangat terpusat.

Setiap hasil perundingan diplomatik disebut harus lebih dulu mendapat persetujuan dari Dewan Kepemimpinan sebelum akhirnya disahkan menjadi keputusan resmi.

Menurut Rubio, birokrasi proses tersebut biasanya memakan waktu sekitar 3 hingga 5 hari.

Karena alasan itulah, respons Teheran dalam setiap perundingan dinilai lambat dan tidak bisa diberikan secara langsung di meja diplomasi.

Pernyataan Rubio ini mencuat tepat saat pembicaraan antara Washington dan Teheran masih berjalan sangat alot.

Berdasarkan sejumlah laporan intelijen terbaru, Mojtaba kini berada di sebuah lokasi rahasia dengan barikade pengamanan yang sangat ketat.

Ia dikabarkan sengaja membatasi komunikasi langsung demi menghindari ancaman serangan fisik dari luar.

Laporan dari kantor berita Reuters juga menyebutkan bahwa Mojtaba sempat mengalami luka cukup serius pada bagian wajah dan kaki akibat hantaman serangan udara.

Beruntung, Mojtaba Khamenei selamat dari serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel yang sebelumnya telah menewaskan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei.

Peringatan Keras IRGC dan Pamer Senjata Bawah Tanah

Meski harus menghadapi Amerika Serikat yang dikenal sebagai negara Adidaya, nyatanya Iran tidak gentar sedikit pun.

Pasukan Garda Revolusi Islam atau IRGC bahkan kembali memperlihatkan taringnya dengan memamerkan fasilitas militer bawah tanah mereka melalui media sosial.

Melalui video tersebut, IRGC seolah ingin mengirimkan pesan kuat ke dunia luar bahwa meski digempur habis-habisan oleh AS dan Israel, fasilitas militer mereka masih kokoh tegak berdiri.

Video yang beredar luas di media sosial tersebut memperlihatkan jaringan terowongan raksasa yang berisi deretan rudal balistik dan berbagai senjata berat lainnya.

Karakteristik fasilitas ini meliputi:

• Dirancang khusus untuk meluncurkan rudal langsung ke arah kapal induk Amerika di Teluk Persia.

• Struktur bangunan sangat kokoh dan dirancang tahan terhadap hantaman serangan udara musuh.

• Menjadi markas peluncuran taktis yang tersembunyi.

Selain itu, pasukan IRGC juga memperingatkan bahwa mereka akan segera mengungkapkan kemampuan militer rahasia lainnya yang sama sekali tidak diketahui oleh musuh.

Mereka memberikan peringatan keras, jika Amerika terus melakukan penggempuran, IRGC tidak akan segan untuk melancarkan serangan balasan berskala besar.

Sebelum ancaman ini keluar, IRGC terbukti telah meluncurkan hujan rudal ke pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain.

Aksi tersebut merupakan serangan balasan langsung terhadap agresi Amerika baru-baru ini yang menyasar situs-situs pesisir milik Republik Islam.

Pihak Teheran mengklaim bahwa 70 persen serangan rudal balistiknya berhasil menembus sistem pertahanan pangkalan Amerika Serikat di Timur Tengah.

Tiga pangkalan Amerika Serikat yang menjadi target utama Iran berada di Yordania, Kuwait, dan juga Bahrain.

IRGC dengan tegas menyatakan bahwa serangan rudal balistik ke pangkalan Amerika Serikat di Timur Tengah tersebut sukses mencapai target operasi.

Objek yang menjadi sasaran rudal balistik mencakup 21 target militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, di mana 70 persen di antaranya diklaim berhasil dihancurkan secara total.