Misteri Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Akhirnya Terjawab, Kendali Rahasia dari Balik Layar?
- Istimewa
Peringatan Keras IRGC dan Pamer Senjata Bawah Tanah
Meski harus menghadapi Amerika Serikat yang dikenal sebagai negara Adidaya, nyatanya Iran tidak gentar sedikit pun.
Pasukan Garda Revolusi Islam atau IRGC bahkan kembali memperlihatkan taringnya dengan memamerkan fasilitas militer bawah tanah mereka melalui media sosial.
Melalui video tersebut, IRGC seolah ingin mengirimkan pesan kuat ke dunia luar bahwa meski digempur habis-habisan oleh AS dan Israel, fasilitas militer mereka masih kokoh tegak berdiri.
Video yang beredar luas di media sosial tersebut memperlihatkan jaringan terowongan raksasa yang berisi deretan rudal balistik dan berbagai senjata berat lainnya.
Karakteristik fasilitas ini meliputi:
• Dirancang khusus untuk meluncurkan rudal langsung ke arah kapal induk Amerika di Teluk Persia.
• Struktur bangunan sangat kokoh dan dirancang tahan terhadap hantaman serangan udara musuh.
• Menjadi markas peluncuran taktis yang tersembunyi.
Selain itu, pasukan IRGC juga memperingatkan bahwa mereka akan segera mengungkapkan kemampuan militer rahasia lainnya yang sama sekali tidak diketahui oleh musuh.
Mereka memberikan peringatan keras, jika Amerika terus melakukan penggempuran, IRGC tidak akan segan untuk melancarkan serangan balasan berskala besar.
Sebelum ancaman ini keluar, IRGC terbukti telah meluncurkan hujan rudal ke pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain.
Aksi tersebut merupakan serangan balasan langsung terhadap agresi Amerika baru-baru ini yang menyasar situs-situs pesisir milik Republik Islam.
Pihak Teheran mengklaim bahwa 70 persen serangan rudal balistiknya berhasil menembus sistem pertahanan pangkalan Amerika Serikat di Timur Tengah.
Tiga pangkalan Amerika Serikat yang menjadi target utama Iran berada di Yordania, Kuwait, dan juga Bahrain.
IRGC dengan tegas menyatakan bahwa serangan rudal balistik ke pangkalan Amerika Serikat di Timur Tengah tersebut sukses mencapai target operasi.
Objek yang menjadi sasaran rudal balistik mencakup 21 target militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, di mana 70 persen di antaranya diklaim berhasil dihancurkan secara total.