Tuan Rumah Tersingkir Tragis! Belgia Menggila, AS Babak Belur, Seattle Hujan Airmata?

Potret pemain Timnas Belgia
Sumber :
  • Istimewa

Siap –Tim nasional Belgia memastikan diri melangkah ke babak perempat final Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan tuan rumah Amerika Serikat (AS).

img_title Cetak Sejarah, Garuda Muda Ngamuk Libas Australia 2-0, Timnas Indonesia U-20 Lolos Dramatis ke Tiongkok!

Belgia sukses memetik kemenangan telak dengan skor 4-1 pada laga babak 16 besar yang digelar di Stadion Seattle, Washington, Selasa (7/7/2026) pagi WIB.

Empat gol kemenangan Belgia masing-masing dicetak lewat brace Charles de Ketelaere pada menit kesembilan dan ke-33, Hans Vanaken pada menit ke-57, serta gol penutup Romelu Lukaku pada menit ke-90+3.

img_title Iran Kirim Peringatan Keras ke AS, Apa yang Terjadi Jika Blokade Berlanjut?

Sementara itu, AS hanya mampu membalas sekali melalui eksekusi tendangan bebas Malik Tillman pada menit ke-31.

Dengan hasil meyakinkan ini, Belgia berhak melaju ke babak delapan besar untuk menantang raksasa Eropa, Spanyol, yang sudah lebih dulu lolos.

img_title Utang Jadi Instrumen Perekrutan Perang? Iran Soroti Strategi Baru di Balik Konflik

Sebaliknya, kekalahan memalukan di depan publik sendiri memaksa armada The Yanks mengakhiri mimpi mereka di Piala Dunia 2026 lebih awal.

Awal Kehancuran AS di Tangan Belgia

Sejak peluit sepak mula ditiup, Belgia langsung mengambil inisiatif serangan demi bisa mencuri gol cepat.

Peluang emas pertama didapat Belgia pada menit kedelapan, namun tembakan keras Youri Tielemans masih melenceng tipis dari gawang AS yang dikawal ketat oleh Matt Freese.

Tak disangka, semenit berselang, Belgia berhasil mengejutkan publik tuan rumah lewat gol Charles de Ketelaere.

Gol pembuka ini berawal dari tusukan cepat Nicolas Raskin di sisi sayap, yang kemudian melepaskan umpan silang akurat untuk disambut dengan sempurna oleh de Ketelaere menjadi gol.

Memimpin 0-1 membuat Belgia semakin percaya diri dan terus mendominasi permainan hingga 15 menit pertama.

Di sisi lain, AS mencoba bangkit dan berulang kali berupaya membongkar pertahanan rapat tim asuhan Rudi Garcia tersebut.

Setelah jeda minum (hydration break), performa armada The Yanks mulai meningkat tajam.

Tekanan demi tekanan yang dilancarkan AS akhirnya memaksa para pemain belakang Belgia melakukan pelanggaran fatal di dekat garis kotak penalti mereka sendiri.

Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh tuan rumah. Tendangan bebas Malik Tillman pada menit ke-31 sukses membuat bola merangsek masuk ke pojok gawang Belgia dan membuat kiper Thibaut Courtois mati langkah.

Papan skor pun berubah menjadi imbang 1-1. Namun, kegembiraan publik Seattle hanya bertahan seumur jagung.

Dua menit berselang, Belgia memimpin lagi 2-1 atas Amerika Serikat setelah Charles de Ketelaere kembali mencatatkan namanya di papan skor.

Gol keduanya bermula dari umpan silang Leandro Trossard, di mana bola langsung ditanduk de Ketelaere untuk menggetarkan jala gawang AS. Memasuki menit ke-40, kiper AS Matt Freese melakukan penyelamatan gemilang dengan memblokir bola hasil sepakan jarak dekat Nicolas Raskin yang memanfaatkan skema sepak pojok mendatar.

Jual beli serangan terus berlanjut di sisa waktu.

AS hampir saja menyamakan skor pada menit ke-45 kala sontekan Folarin Balogun di depan gawang Belgia masih melambung tinggi.

AS mencoba memakai skema serangan balik cepat untuk mencetak gol, tapi barisan belakang Belgia tampil disiplin. Hingga babak pertama usai, Belgia tetap unggul 2-1 atas AS.

Belgia Menggila, AS Babak Belur

Awal babak kedua sebenarnya menjadi milik AS dengan penguasaan bola yang dominan.

Namun, tim asuhan Mauricio Pochettino ini kesulitan mendapat peluang bersih meski terus-menerus membangun serangan ke lini pertahanan lawan.

Petaka bagi tuan rumah kembali hadir pada menit ke-57. Belgia malah menambah keunggulan setelah kiper AS melakukan blunder fatal di luar kotak penalti.

Bola berhasil direbut oleh de Ketelaere, yang kemudian dengan cerdik mengoper ke Hans Vanaken.

Tanpa cela, Vanaken melepaskan tembakan terukur ke pojok kiri gawang sekaligus mengubah skor menjadi 3-1.

Tertinggal dua gol membuat AS semakin frustrasi. Belgia sendiri tidak terpancing dengan permainan terbuka AS dan konsisten menjaga wilayah pertahanan mereka agar tidak bisa ditembus oleh Christian Pulisic dan kawan-kawan.

Tuan rumah masih gencar melakukan serangan di sisa waktu paruh kedua. Pada menit ke-83, sebuah peluang emas lahir lewat sundulan Folarin Balogun yang menerima umpan matang dari sepak pojok, tetapi bola masih bisa diamankan dengan sigap oleh kiper Belgia Thibaut Courtois.

Mendekati akhir pertandingan, pertahanan Belgia semakin rapat dan mereka lebih banyak memainkan bola di wilayah sendiri ketika menguasai jalannya laga.

Skuad AS tampak kehabisan ide dan belum tahu cara membongkar tembok kokoh lini belakang Belgia.

Malah Belgia yang kembali berhasil menambah keunggulan menjadi 4-1 lewat pemain pengganti, Romelu Lukaku, pada menit ke-90+3.

Gol ini bermula dari blunder fatal bek AS, Chris Richards.

Bola liar langsung direbut oleh Lukaku yang dengan dingin melepaskan tembakan mendatar ke pojok kiri gawang AS.

Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga, skor telak 4-1 untuk kemenangan mutlak Belgia tidak berubah.