Tuan Rumah Tersingkir Tragis! Belgia Menggila, AS Babak Belur, Seattle Hujan Airmata?
- Istimewa
Papan skor pun berubah menjadi imbang 1-1. Namun, kegembiraan publik Seattle hanya bertahan seumur jagung.
Dua menit berselang, Belgia memimpin lagi 2-1 atas Amerika Serikat setelah Charles de Ketelaere kembali mencatatkan namanya di papan skor.
Gol keduanya bermula dari umpan silang Leandro Trossard, di mana bola langsung ditanduk de Ketelaere untuk menggetarkan jala gawang AS. Memasuki menit ke-40, kiper AS Matt Freese melakukan penyelamatan gemilang dengan memblokir bola hasil sepakan jarak dekat Nicolas Raskin yang memanfaatkan skema sepak pojok mendatar.
Jual beli serangan terus berlanjut di sisa waktu.
AS hampir saja menyamakan skor pada menit ke-45 kala sontekan Folarin Balogun di depan gawang Belgia masih melambung tinggi.
AS mencoba memakai skema serangan balik cepat untuk mencetak gol, tapi barisan belakang Belgia tampil disiplin. Hingga babak pertama usai, Belgia tetap unggul 2-1 atas AS.
Belgia Menggila, AS Babak Belur
Awal babak kedua sebenarnya menjadi milik AS dengan penguasaan bola yang dominan.
Namun, tim asuhan Mauricio Pochettino ini kesulitan mendapat peluang bersih meski terus-menerus membangun serangan ke lini pertahanan lawan.
Petaka bagi tuan rumah kembali hadir pada menit ke-57. Belgia malah menambah keunggulan setelah kiper AS melakukan blunder fatal di luar kotak penalti.
Bola berhasil direbut oleh de Ketelaere, yang kemudian dengan cerdik mengoper ke Hans Vanaken.
Tanpa cela, Vanaken melepaskan tembakan terukur ke pojok kiri gawang sekaligus mengubah skor menjadi 3-1.
Tertinggal dua gol membuat AS semakin frustrasi. Belgia sendiri tidak terpancing dengan permainan terbuka AS dan konsisten menjaga wilayah pertahanan mereka agar tidak bisa ditembus oleh Christian Pulisic dan kawan-kawan.
Tuan rumah masih gencar melakukan serangan di sisa waktu paruh kedua. Pada menit ke-83, sebuah peluang emas lahir lewat sundulan Folarin Balogun yang menerima umpan matang dari sepak pojok, tetapi bola masih bisa diamankan dengan sigap oleh kiper Belgia Thibaut Courtois.
Mendekati akhir pertandingan, pertahanan Belgia semakin rapat dan mereka lebih banyak memainkan bola di wilayah sendiri ketika menguasai jalannya laga.