Brasil Tersingkir di 16 Besar Piala Dunia 2026, Ancelotti Sebut Siklus Baru Menuju Piala Dunia 2030
- Tangkapan layar X @FIFAWorldCup
Siap – Terakhir kali mengangkat trofi juara Piala Dunia pada 2002, Brasil memperpanjang puasa gelar juara dunia menjadi 24 tahun usai disingkirkan Norwegia di babak 16 besar Piala Dunia 2026 hari ini.
Tim juara dunia lima kali itu menelan kekalahan pertamnya di babak 16 besar semenjak Piala Dunia 1990. Brasil keok 1-2 dari Norwegia di Stadion New York, New Jersey, di mana dua gol Vikings dibukukan Erling Haaland.
"Kami mengendalikan permainan selama 70 menit, tetapi Haaland akhirnya yang menentukan kemenangan," kata pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, setelah pertandngan dilansir laman resmi FIFA.
Ancelotti mengatakan bahwa sepak bola menang seperti ini, ada kalanya harus mengatasi kesedihan akibat kesalahan. "Saya sudah terbiasa dengan hal ini," kata juru taktik asal Italia itu.
Pelatih yang akrab disapa Don Carlo mengakui tersingkirnya Brasil di Piala Dunia 2026 sangat menyedihkan. Namun, lanjut dia, fokusnya pascakekalahan ini adalah membangun kembali, menyempurnakan, dan mempersiapkan generasi baru untuk bersaing lagi di Piala Dunia 2030.
"Kekalahan adalah awal dari petualangan baru. Kita harus terus meningkatkan diri, menemukan ide-ide baru. Ini bukan akhir, ini adalah awal dari siklus baru," jelas Carletto, panggilan akrab lainnya dari Ancelotti.
Sejak mengemban jabatan pelatih Brasil, Ancelotti terikat kontrak hingga 2030, tahun di mana Piala Dunia merayakan edisi ke-100.
"Saya pikir pekerjaan yang telah kami lakukan sudah bagus. Kami akan mengatasi kekalahan ini dengan memberikan dorongan baru pada pekerjaan kami. Kami akan mencoba untuk meningkatkan diri," pungkas Ancelotti.