Tak Lagi Dipandang Sebelah Mata, Timnas Indonesia Kini Jadi Ancaman Utama di Piala AFF 2026
- Istimewa
Siap – Kembalinya sejumlah pemain diaspora ke kompetisi Liga Super Indonesia mulai memunculkan optimisme baru terhadap peluang Timnas Indonesia menghadapi Piala AFF 2026.
Meski masih memunculkan beragam pandangan, kehadiran pemain-pemain yang sebelumnya berkarier di luar negeri dinilai dapat menjadi keuntungan tersendiri bagi skuad Garuda.
Terutama jika para pemain yang merumput di Eropa tidak dapat bergabung karena jadwal klub.
Dikutip dalam ulasan kanal YouTube GALZ, pelatih John Herdman disebut tidak akan mengalami kesulitan besar menyusun komposisi tim.
Pasalnya, stok pemain berkualitas yang bermain di kompetisi domestik tetap melimpah, terlebih setelah beberapa nama diaspora memilih kembali berkarier di Indonesia.
Salah satu pemain yang telah resmi bergabung adalah Sandy Walsh yang kini memperkuat Persib Bandung.
Kemudian kabar terbaru bahwa Ragnar Oratmangoen juga telah bergabung dengan skuad Maung Bandung.
Menghadapi Piala AFF 2026, Herdman diperkirakan akan memadukan pemain senior, pemain Liga Indonesia, serta sejumlah pemain keturunan yang tengah menjalani proses administrasi.
Langkah tersebut sebelumnya juga disampaikan Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji.
Media Vietnam pun mulai menyoroti kedalaman skuad Indonesia.
Mereka menilai tim Garuda berpotensi menurunkan banyak pemain yang sudah berpengalaman membela tim nasional senior.
Di sisi lain, Indonesia juga masih berpeluang diperkuat dua pemain keturunan, yakni Luke Vickery dan Mitchell Baker, apabila proses administrasi keduanya selesai tepat waktu.
Apabila seluruh rencana berjalan sesuai harapan, Piala AFF 2026 dinilai menjadi kesempatan besar bagi Indonesia untuk mengakhiri penantian panjang meraih gelar juara pertama.
Namun demikian, lawan-lawan di kawasan Asia Tenggara tetap dianggap memiliki kualitas yang tidak bisa dipandang sebelah mata, termasuk Kamboja maupun Timor Leste yang terus mengalami perkembangan.
Selain membahas komposisi pemain, analisis tersebut juga mengulas bagaimana karakter masing-masing pemain dinilai cocok dengan filosofi permainan yang biasa diterapkan John Herdman.
Usai hasil undian fase grup diumumkan, Herdman sempat mengungkapkan hal yang paling membuatnya terkejut bukanlah beratnya lawan yang dihadapi Indonesia, melainkan fakta bahwa skuad Garuda sudah enam kali mencapai final Piala AFF tanpa pernah mengangkat trofi juara.