Timnas Indonesia Dapat Suntikan Optimisme, Piala Dunia 2030 Bukan Lagi Angan-Angan
- Tangkapan Layar YouTube Timnas Indonesia
Siap – Optimisme terhadap masa depan Timnas Indonesia di bawah kepemimpinan John Herdman terus menguat.
Sejumlah tokoh sepak bola menilai skuad Garuda mengalami perkembangan positif, bahkan mulai diyakini memiliki peluang bersaing di level Asia hingga mewujudkan target tampil di Piala Dunia 2030.
Apresiasi terhadap kinerja John Herdman datang dari berbagai kalangan, termasuk legenda Persija Jakarta asal Brasil, Luciano Leandro.
Disitat dari kanal YouTube Bola Bung Binder, mantan gelandang yang membawa Persija menjuarai Liga Indonesia 2001 itu menilai permainan Timnas Indonesia menunjukkan peningkatan sejak ditangani Herdman.
"Kita sudah melihat sekarang lebih bagus. Saya bahkan mengatakan Indonesia sudah dekat sekali masuk ke Piala Dunia 2030," tutur Luciano Leandro, Sabtu, 4 Juli 2026.
Pria berusia 60 tahun tersebut juga menyoroti dampak positif program naturalisasi yang dijalankan PSSI di bawah kepemimpinan Erick Thohir.
Menurutnya, kehadiran pemain-pemain keturunan yang berkarier di kompetisi Eropa telah memberikan peningkatan signifikan terhadap kualitas Timnas Indonesia.
"Kita bisa melihat itu proses naturalisasi sangat membantu mendapatkan beberapa pemain yang sangat bagus seperti pemain yang saat ini berkarier di Eropa. Itu sangat membantu Timnas Indonesia," jelasnya.
Luciano turut menilai pengalaman John Herdman menjadi nilai tambah bagi skuad Garuda.
Sebelumnya, pelatih asal Inggris itu pernah membawa Kanada tampil di Piala Dunia 2022 meski langkah mereka terhenti pada fase grup.
Optimisme serupa juga disampaikan pengamat sepak bola Ronny Pangemanan atau Bung Ropan.
Dalam tayangan iNews Premium Sports yang dikutip pada 2 Juli 2026, ia menilai peluang Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2030 semakin terbuka.
Menurut Bung Ropan, salah satu faktor penting adalah strategi John Herdman yang memberi perhatian besar terhadap regenerasi melalui perekrutan pemain muda diaspora.
"John Herdman ini kan pelatih bukan hanya menangani tim senior, tapi dia diberikan tugas untuk bisa menangani tim U23. Nah, kenapa Mitchell Baker masuk sama Luke Vickery? Karena masih usia 19, masuk 20 kan. Nah, dia butuh pemain-pemain seperti itu," ujarnya.
Ia menilai kebijakan tersebut merupakan investasi jangka panjang karena para pemain muda memiliki kesempatan membela Timnas Indonesia dalam waktu yang panjang.