Ini Dia Rahasia Besar di Balik Optimisme Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030
- Tangkapan Layar YouTube Timnas Indonesia
Siap – Peluang Timnas Indonesia untuk tampil di panggung Piala Dunia FIFA 2030 terus menjadi perbincangan.
Sejumlah pengamat meyakini skuad Garuda memiliki kesempatan besar untuk menjadi salah satu tim kejutan.
Terlebih setelah program pembinaan pemain muda dan naturalisasi terus diperkuat dalam beberapa tahun terakhir.
Salah satu yang menyampaikan keyakinan tersebut adalah Ronny Pangemanan atau Bung Ropan.
Menurutnya, arah pembangunan Timnas Indonesia kini semakin jelas dengan hadirnya pemain-pemain muda berdarah Indonesia yang berkarier di Eropa.
"John Herdman ini kan pelatih bukan hanya menangani tim senior, tapi dia diberikan tugas untuk bisa menangani tim U23. Nah, kenapa Mitchell Baker masuk sama Luke Vickery? Karena masih usia 19, masuk 20 kan. Nah, dia butuh pemain-pemain seperti itu," tuturnya dikutip dari iNews Premium Sports, Kamis, 2 Juli 2026.
Bung Ropan menilai kebijakan tersebut merupakan investasi jangka panjang bagi Timnas Indonesia.
Menurutnya, pemain-pemain muda yang direkrut saat ini berpotensi menjadi tulang punggung Garuda selama satu dekade ke depan.
"Artinya untuk 10 tahun bermain di tim nasional itu bisa, itu bagus buat pemain-pemain muda, sehingga akan digembleng dengan sangat sangat baik ya," paparnya.
Ia juga menegaskan bahwa pemanggilan Mitchell Baker maupun Luke Vickery bukan karena keduanya sudah berada di level tertinggi, melainkan karena masih memiliki ruang perkembangan yang sangat besar.
"Bukan mereka (Baker dan Luke) istimewa banget, bukan juga. Kalau bicara head to head dengan Ole Romeny ya kalah-lah, tetapi Herdman butuh pemain muda ini yang bagus masih bisa berkembang dengan dengan baik ke depan. Jadi itu intinya," ucapnya.
Menurut Bung Ropan, regenerasi menjadi kebutuhan penting karena Timnas Indonesia akan menghadapi agenda yang sangat padat dalam beberapa tahun ke depan, mulai dari Piala AFF, FIFA ASEAN Cup 2026 hingga Piala Asia AFC 2027.
Meski demikian, ia melihat fokus utama pelatih John Herdman bukan berada di Piala AFF, melainkan pada turnamen yang memiliki nilai lebih besar dalam persiapan menuju target jangka panjang.
"Artinya tujuan dia (John Herdman) FIFA ASEAN di September-Oktober baru Piala Asia 2027 di Januari sama Februari kan. Setelah itu baru pra-Piala Dunia September sudah mulai, itu sudah langsung bertarung kita."