Menakar Peluang Eks Bintang Madrid Perkuat Timnas Indonesia: Lolos Piala Dunia Bukan Cuma Mimpi
- Tangkapan layar YouTube GARUDA SPACE
Siap – John Herdman tengah mempersiapkan skuad terbaik Timnas Indonesia guna menghadapi sejumlah laga bergengsi di kancah Asia. Salah satunya FIFA ASEAN Cup 2026.
Di sisi lain, permainan apik skuad Garuda telah menyita perhatian banyak pihak. Salah satunya adalah legenda hidup Real Madrid, Raul Gonzales.
Tokoh sepak bola asal Spanyol ini bahkan blak-blakan mengakui ketertarikannya untuk memperkuat Tim Nasional Indonesia di kursi kepelatihan.
Lantas seberapa besar peluang Gonzales gabung menjadi pelatih skuad Garuda dimasa depan?
Dikutip dari kanal YouTube GARUDA SPACE, daya tarik sepak bola tanah air di panggung internasional tampaknya kian tidak bisa dipandang sebelah mata.
Sorotan tokoh-tokoh elit Eropa terbukti bukan sekedar rumor komersial belaka.
Eks bintang Real Madrid, Raul Gonzalez bahkan secara terbuka menyatakan ketertarikan serta kesiapannya andai suatu saat nanti dipercaya menjadi pelatih Ole Romeny dan kawan-kawan.
Eks kapten Real Madrid, Raul Gonzales
- Istimewa
Sebagaimana diketahui, setelah pensiun Raul sempat menjabat sebagai pelatih Real Madrid Castilla selama 6 musim.
Ia sukses mempersembahkan gelar UAE Youth League 2019-2020.
Nah, kedatangannya ke Jakarta bersama David Villa di tengah euforia Piala Dunia 2026 menjadi berkah tersendiri.
Pria berusia 48 tahun itu menyempatkan diri hadir dalam sebuah tayangan podcast.
Dalam momen inilah, Raul menceritakan bahwa saat ini statusnya sedang bebas setelah 6 tahun melatih tim kedua Real Madrid.
Ia mengaku sedang menunggu kesempatan baru untuk melatih lagi.
Ketertarikannya menukangi skuad Garuda memuncak saat ia berkaca pada kesuksesan mantan rekan setimnya, Luis Milla yang pernah menukangi Timnas Indonesia.
Namun striker legendaris Spanyol ini menekankan, bahwa sekedar bermimpi lolos ke Piala Dunia tidak akan pernah cukup.
Raul memberikan saran masuk akal, bahwa target besar tersebut wajib dibarengi dengan proses yang tepat serta kerja keras dari seluruh elemen, terutama pada sektor pembinaan usia muda.
"Mungkin di masa depan dalam 4 atau 5 tahun pelatih tim nasional Indonesia, kenapa tidak?" katanya.
Menurut dia, Indonesia sudah memiliki infrastruktur dan federasi yang bergairah sehingga fokus utama sekarang harus dialihkan pada pengembangan level grass road.