Geger, Kiper Raksasa Eredivisie Siap Gabung ke Skuad King Indo, Emil Audero dan Maarten Paes Lewat?
- Istimewa
Siap –Lagi, salah satu pemain Eropa yang memiliki darah keturunan disebut-sebut berpeluang besar membela Timnas Indonesia.
Dia adalah Kayne van Oevelen. Kehadirannya diyakini bisa membuat skuad Garuda semakin kuat.
Dikutip dari kanal YouTube FOOTBALL INDO NEWS, Emil Audero berpeluang mendapat persaingan ketat dari kiper keturunan Indonesia di Belanda yang memiliki nilai pasar Rp34 miliar ini.
Ia adalah Kayne van Oevelen, kiper muda yang memperkuat FC Volendam di Liga Belanda.
Kiper jangkung kelahiran Zaandam Belanda pada 7 Agustus 2003 itu dinilai memiliki prospek cerah untuk menjadi aset jangka panjang skuad Merah Putih.
Usianya yang masih 22 tahun membuat Oevelen dianggap memiliki ruang besar untuk terus berkembang di level tertinggi sepak bola Eropa.
Keunggulan Fisik dan Statistik Memukau di Belanda Selain faktor usia, Oevelen juga memiliki keunggulan dari sisi postur tubuh.
Dengan tinggi mencapai 199 cm, ia menjadi salah satu penjaga gawang bertubuh paling menjulang dibandingkan para kandidat lain yang pernah dikaitkan dengan skuad Garuda.
Postur tersebut bahkan lebih tinggi dibanding Maarten Paes yang memiliki tinggi sekitar 191 cm.
Keunggulan fisik itu dinilai dapat memberikan keuntungan saat menghadapi duel udara maupun mengawal area kotak penalti.
Performa Kayne van Oevelen bersama FC Volendam juga menjadi alasan namanya semakin banyak dibicarakan.
Penampilannya terus mengalami peningkatan sejak bergabung dengan klub tersebut pada 2022.
Ia ikut berperan dalam keberhasilan FC Volendam kembali promosi ke area divisi setelah tampil impresif sepanjang musim.
"Kiper pertama musim ini dengan lebih dari 100 penyelamatan, Kayne van Oevelen," tulis media Belanda.
Secara keseluruhan, van Oevelen telah membukukan 33 penampilan bersama FC Volendam musim lalu.
Dari jumlah tersebut, ia berhasil mencatatkan tiga clean sheet dan kebobolan sebanyak 52 gol.
Kepercayaan pelatih terhadap dirinya juga terus meningkat seiring konsistensi yang ditunjukkan di bawah mistar gawang.
Konsistensi di Kasta Tertinggi dan Regulasi FIFA Pada musim 2024-2025, perjalanan karirnya sempat diawali dengan situasi yang tidak mudah.
Ia harus menerima peran sebagai pelapis pada delapan pertandingan pertama Liga Belanda sebelum akhirnya merebut posisi utama.