Israel Makin Sesumbar, Netanyahu: Tidak Ada Negara Palestina! Krisis Kemanusiaan di Gaza Kian Sekarat
- Istimewa
Siap –Pernyataan PM Israel Benjamin Netanyahu kembali kembali membuat geger, Ia menegaskan penolakannya yang keras terhadap pembentukan negara Palestina merdeka.
Pernyataan kontroversial ini muncul di tengah eskalasi konflik kemanusiaan yang kian memprihatinkan di Jalur Gaza.
Melalui unggahan di media sosial, Netanyahu menyatakan bahwa tidak akan pernah ada negara Palestina yang berdiri di antara Laut Mediterania dan Sungai Yordan.
Sikap tegas ini menutup pintu diplomasi dua negara yang selama ini didorong oleh komunitas internasional.
"Tidak ada negara Palestina yang akan muncul antara laut dan Yordania," tulis Netanyahu, Senin, sembari menyerukan pembentukan pemerintahan persatuan nasional.
Di saat pernyataan tersebut disampaikan, serangan militer Israel di Jalur Gaza masih terus berlangsung tanpa henti.
Krisis kemanusiaan di lapangan semakin memburuk dari hari ke hari.
Sedikitnya satu warga Palestina dilaporkan tewas dan beberapa lainnya mengalami luka-luka setelah serangan pesawat nirawak (drone) Israel menghantam kawasan Al-Mawasi, Khan Younis, Gaza selatan.
Informasi tersebut disampaikan layanan ambulans dan petugas darurat Palestina kepada Al Jazeera.
Sementara itu, kondisi di Kota Gaza kini dilaporkan semakin memprihatinkan bagi warga sipil yang bertahan.
Kawasan yang sebelumnya menjadi salah satu lingkungan paling ramai kini berubah menjadi hamparan reruntuhan akibat perang yang telah berlangsung lebih dari dua setengah tahun.
Jalan-jalan yang dahulu dipenuhi anak-anak bersepeda, pelajar menuju sekolah, dan aktivitas perdagangan kini nyaris kehilangan seluruh penanda kehidupan.
Bangunan rumah, sekolah, tempat usaha, hingga berbagai fasilitas umum hancur, menyisakan puing-puing yang masih menutupi banyak korban.
Proses evakuasi jenazah pun belum sepenuhnya selesai karena minimnya alat berat dan peralatan untuk mengangkat reruntuhan.
Banyak warga Palestina diyakini masih terkubur di bawah puing bangunan yang runtuh.
Laporan di lapangan menyebutkan warga Palestina kini hanya menempati sekitar 36 persen wilayah Gaza.
Namun, bahkan di wilayah yang sangat sempit tersebut, keamanan tetap tidak terjamin karena serangan udara dan darat masih terus terjadi sewaktu-waktu.
Di tengah situasi yang mencekam tersebut, sektor kesehatan Gaza juga menghadapi krisis serius yang mengancam nyawa.