Bukan Cuma Thom Haye, Posisi Ole Romeny Juga Terancam di Timnas Indonesia, Kok Bisa?
- Instagram Timnas Indonesia
Siap – Selain Thom Haye, posisi Ole Romeny sebagai penyerang utama Timnas Indonesia juga ikut terancam akibat ketatnya persaingan dari rencana naturalisasi striker keturunan baru.
Kondisi ini diperparah karena minimnya menit bermain Ole di Oxford United, klub dia saat ini.
Sebagaimana diketahui, PSSI terus bergerak aktif memburu pemain keturunan berkualitas di lini serang agar tidak ketergantungan pada satu pemain saja.
Ada beberapa nama yang digadang-gadang masuk dalam radar incaran John Herdman, di antaranya Robin Mirisola.
Ia adalah penyerang muda potensial yang bermain untuk klub elite Belgia. Robin menjadi salah satu nama kuat yang diproyeksikan menjadi pesaing langsung Ole Romeny.
Kemudian ada Mitchell Baker dan Luke Vickery. Dua pemain keturunan ini dikabarkan segera diproses menjadi WNI dan dipersiapkan oleh John Herdman untuk memperkuat skuad jangka panjang.
Ole Romeny ujung tombak Timnas Indonesia di Piala Asia 2027
- Instagram Timnas Indonesia
Selain ketatnya persaingan, kurangnya menit bermain dan penurunan market value diduga menjadi faktor penentu.
Setelah pulih dari cedera panjang yang menimpanya pada pertengahan 2025, Ole Romeny kesulitan menembus skuad utama Oxford United.
Kurangnya waktu bermain di kompetisi Inggris memicu spekulasi bahwa ia sedang mempertimbangkan opsi pindah klub demi mengembalikan performa.
Akibat situasi ini, nilai pasar (market value) Ole dilaporkan merosot dari angka tertinggi Rp26,07 miliar menjadi sekitar Rp13,91 miliar per Mei 2026.
Meski posisinya mulai di bawah tekanan kompetisi baru, kontribusi Ole untuk lini depan Garuda sebenarnya masih sangat impresif.
Nasib Haye
Pemain gelandang bertahan, Thom Haye terancam bakal tersingkir dari posisinya saat ini di Timnas Indonesia. Lantas apa yang membuatnya berpotensi terdepak dari skuad utama Garuda?
Data yang dihimpun menyebutkan, Thom Haye bisa saja tersingkir dari Timnas Indonesia akibat kombinasi dari sanksi disiplin FIFA, regulasi kompetisi non-FIFA, dan ketatnya persaingan dari para gelandang muda potensial.
Meskipun saat ini ia bermain untuk Persib Bandung dan baru saja menjuarai Liga Super 2025–2026, namun posisinya di skuad utama Garuda di bawah asuhan pelatih John Herdman mulai mendapatkan ancaman serius. Berikut alasan lengkapnya: