Persiapan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Susunan Pemain Bikin Penasaran, Target Juara Makin Dekat
- Instagram/Timnas Indonesia
Siap – Dengan target tinggi yang kembali dicanangkan, Timnas Indonesia siap menatap Piala AFF 2026 meski tidak diperkuat deretan pemain bintang yang berkarier di Eropa.
Turnamen yang akan digelar pada Juli hingga Agustus tahun ini itu tetap menjadi ajang penting bagi skuad Garuda untuk membuktikan kualitasnya di level Asia Tenggara.
Meski tidak diperkuat deretan pemain top yang berkarier di Eropa, Timnas Indonesia tetap menargetkan gelar juara pada ajang Piala AFF 2026.
Turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung pada Juli hingga Agustus tahun ini.
Lalu, seperti apa pendekatan taktik yang akan diterapkan John Herdman dalam menghadapi para rival kuat dari kawasan Asia Tenggara?
Berdasarkan laporan dari kanal YouTube Bola Garuda, pada Juli mendatang skuad Garuda kembali akan ambil bagian dalam Piala AFF, sebuah kompetisi yang selama ini selalu menghadirkan harapan besar sekaligus cerita pahit bagi sepak bola Indonesia.
Namun kali ini, target yang dipasang tidak main-main. Indonesia secara tegas membidik trofi juara sebagai tujuan utama.
Ambisi ini terasa wajar, mengingat dalam beberapa edisi sebelumnya Indonesia beberapa kali menembus partai final, tetapi selalu gagal mengangkat trofi dan harus puas sebagai runner-up.
Penantian panjang tersebut tentu ingin segera diakhiri. Di sisi lain, tantangan besar kini berada di pundak pelatih anyar, John Herdman.
Datang dengan reputasi menjanjikan, ia langsung dihadapkan pada ekspektasi tinggi dari publik yang sudah lama merindukan prestasi di level Asia Tenggara.
Tidak ada ruang untuk kesalahan, karena suporter menuntut hasil nyata berupa gelar juara.
Jika melihat empat laga FIFA Matchday sebelumnya, sentuhan taktik Herdman mulai terlihat menjanjikan.
Permainan Indonesia tampak lebih rapi, disiplin, dan memiliki pola serangan yang lebih terstruktur.
Namun ujian sebenarnya baru akan datang di Piala AFF. Pasalnya, skuad yang diturunkan diperkirakan didominasi pemain Liga 1 Indonesia.
Hal ini tentu menghadirkan tantangan tersendiri karena karakter permainan mereka berbeda dengan pemain diaspora yang tampil pada FIFA Matchday.
Pertanyaannya, apakah para pemain lokal mampu memahami dan menjalankan filosofi permainan Herdman dengan baik, atau justru membutuhkan waktu adaptasi yang membuat performa tim belum maksimal?