Timnas Indonesia Dianggap Underdog, John Herdman Justru Melihat Peluang Besar di Grup Neraka Piala Asia
- Istimewa
Siap – Timnas Indonesia terus mempersiapkan diri menghadapi pertandingan Piala Asia 2027 yang akan digelar pada Januari mendatang.
Tantangan berat sudah menanti skuad Garuda setelah hasil undian menempatkan mereka di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand.
Grup tersebut langsung mendapat label sebagai salah satu grup paling berat di turnamen.
Meski demikian, peluang Indonesia untuk melaju ke fase gugur tetap terbuka apabila mampu memaksimalkan kualitas skuad yang dimiliki.
Lawan paling tangguh yang harus dihadapi Indonesia adalah Jepang.
Tim berjuluk Samurai Biru itu masih dianggap sebagai kekuatan utama sepak bola Asia dan terus menunjukkan perkembangan di level internasional.
Indonesia sendiri sudah memiliki pengalaman menghadapi Jepang pada putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Dalam dua pertemuan tersebut, Garuda harus mengakui keunggulan lawan.
Pada laga di Stadion Gelora Bung Karno, Indonesia kalah 0-4.
Sementara saat bertandang ke Jepang, pertahanan Garuda kembali kebobolan enam gol.
Meski demikian, pelatih Jepang, Hajime Moriyasu, mengakui perkembangan pesat yang ditunjukkan Timnas Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
"Pertama-tama kesan saya terhadap Indonesia adalah mereka terus meningkat dalam setiap kegiatan untuk persiapan Piala Dunia 2026. Sebagai kebijakan nasional, mereka meningkatkan jumlah pemain naturalisasi dan memperkuat tim," ujar Moriyasu.
Sementara itu, pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menilai Grup F memang sangat kompetitif.
Namun ia melihat situasi tersebut sebagai peluang untuk mengukur sekaligus meningkatkan kualitas tim.
"Fase grup ini akan sangat kompetitif bagi Indonesia. Ini akan menjadi tantangan besar, tetapi juga peluang besar bagi kami untuk terus berkembang sebagai negara dan menunjukkan kepada para pendukung bahwa kami berada di jalur yang tepat menuju Piala Dunia 2030," kata Herdman.
Ia juga meminta para pemain tidak merasa inferior saat menghadapi tim sekelas Jepang.
"Banyak orang mungkin melihat ini sebagai grup yang sulit, tetapi di level AFC seperti ini, setiap grup memang sulit. Yang terpenting bagi kita adalah melihat peluang yang ada ketika menghadapi tim papan atas seperti Jepang dan menikmati status underdog dalam pertandingan tersebut," lanjutnya.