Modal Bos Djarum dan Taktik Fabregas, Como Ancam Dominasi Serie A
- Siap.viva/Getty Images
Siap – Como kembali mengirim pesan tegas ke Serie A Italia. Setelah menahan imbang AC Milan di San Siro, klub milik Bos Djarum itu kini sukses menaklukkan Juventus dengan skor 2-0.
Lebih mengejutkan lagi, kemenangan itu diraih di Allianz Stadium, markas Si Nyonya Tua.
Hasil ini bukan sekadar tiga poin. Tim asuhan Cesc Fabregas menunjukkan bahwa mereka bukan lagi sekadar kuda hitam.
Mereka mulai menjadi ancaman serius bagi klub-klub besar Italia.
Pertandingan yang berlangsung Minggu dini hari, 22 Februari 2026, menjadi panggung pembuktian Como.
Dua gol tanpa balas ke gawang Juventus memperpanjang tren positif mereka atas raksasa Turin tersebut.
Gol pertama dicetak oleh Mergim Vojvoda pada menit ke-11. Gol itu lahir dari situasi yang memanfaatkan kelengahan lini belakang Juventus.
Gol kedua hadir pada menit ke-61 lewat Maxence Caqueret setelah menerima umpan matang dari Lucas da Cunha.
Juventus tampil di bawah tekanan. Beberapa blunder fatal menjadi pembuka jalan bagi Como untuk mengunci kemenangan.
Menariknya, ini bukan kali pertama Como mempermalukan Juventus musim ini.
Pada pertemuan sebelumnya di Stadio Giuseppe Sinigaglia, 19 Oktober 2025, Como juga menang 2-0 lewat gol Marc-Oliver Kempf dan Nico Paz.
Artinya, dalam dua pertemuan musim ini, Juventus selalu kalah dengan skor identik. Tanpa mencetak satu gol pun.
Bagi Serie A, ini alarm.
Dominasi tradisional klub-klub besar mulai mendapat gangguan nyata.
Tahan Milan, Panaskan Persaingan Zona Eropa
Sebelum membungkam Juventus, Como lebih dulu mencuri perhatian saat menahan imbang AC Milan 1-1 di Stadion San Siro pada Kamis, 19 Februari 2026.
Hasil itu sempat menggegerkan Serie A. Milan yang sedang memburu puncak klasemen justru tersandung di kandang sendiri.
Como bahkan sempat unggul lebih dulu lewat Nico Paz di pertengahan babak pertama. Pemain asal Argentina itu memanfaatkan blunder Mike Maignan.
Gol tersebut menjadi gol kesembilan Nico Paz di Serie A musim ini. Sebuah catatan impresif dan menjadi musim terbaiknya bersama Como.
Milan kemudian menyamakan kedudukan melalui aksi Rafa Leao. Skor 1-1 bertahan hingga laga usai.